Pasar kripto pada pekan terakhir Agustus 2025 diramaikan serangkaian kabar yang memicu pergerakan harga dan perubahan sentimen investor. Isu makroekonomi dari Amerika Serikat, dinamika pasokan Bitcoin, hingga langkah korporasi dan data on-chain altcoin menjadi kombinasi faktor yang membuat pasar bergerak cepat.
Berikut lima peristiwa yang paling banyak menyita perhatian sepanjang periode tersebut.
1) Sinyal dovish The Fed memicu spekulasi pemangkasan suku bunga
Pidato Ketua The Federal Reserve Jerome Powell di Jackson Hole dinilai bernada dovish dan memunculkan spekulasi pemangkasan suku bunga pada September 2025. Data CME FedWatch mencatat peluang 87,3% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan 17 September, sementara peluang suku bunga tetap berada di 12,7%.
Ekspektasi tambahan likuiditas dari kebijakan moneter yang lebih longgar turut mengangkat sorotan pada sejumlah aset kripto yang berbasis di AS. Dalam rangkuman tersebut, XRP disebut masih tertahan di level US$3 dengan peluang pergerakan menuju US$3,65. SEI dikaitkan dengan narasi real-world assets melalui kolaborasi dengan Ondo Finance. Sementara SKALE (SKL) disebut menunjukkan akumulasi oleh whale, ditandai indikator OBV yang terus naik.
2) Kelangkaan Bitcoin menguat, tetapi September disebut berisiko
Isu kelangkaan Bitcoin kembali mengemuka. Michael Saylor menyoroti bahwa dari total pasokan 21 juta BTC, sekitar 1 juta koin disebut masih tersisa untuk ditambang hingga tahun 2104, dengan narasi “Bitcoin = 21 juta vs Fiat = Infinity” sebagai penekanan pada sifat kelangkaan.
Di sisi sentimen, Eric Trump dalam konferensi SALT di Jackson Hole menyatakan keyakinannya bahwa “tidak ada keraguan Bitcoin akan bernilai US$1 juta.” Ia juga disebut mencurahkan lebih dari 50% waktunya untuk proyek mining American Bitcoin yang disebut akan menuju IPO di Nasdaq melalui merger dengan Gryphon Digital Mining. Optimisme jangka panjang terhadap Bitcoin juga disebut datang dari CEO Coinbase, Brian Armstrong.
Namun, laporan Bitwise mengingatkan bahwa September secara historis kerap menjadi bulan terburuk bagi Bitcoin, dengan rata-rata penurunan -3,77% dan median -4,35%. Di tengah Agustus, data ETF juga disebut menunjukkan arus keluar besar, yang mengindikasikan sentimen investor masih rentan.
Meski demikian, sejumlah katalis positif tetap disebut ada, mulai dari peluang pemangkasan suku bunga, keterlibatan tokoh pro-kripto seperti Larry Fink di World Economic Forum, hingga rumor Brasil akan mengalokasikan 5% cadangan devisa ke Bitcoin. Dengan latar ini, September 2025 dinilai berpotensi menjadi periode penting bagi arah pasar kripto hingga akhir tahun.
3) Lonjakan utang AS mendorong minat ke Bitcoin dan stablecoin
Di ranah makro, utang nasional Amerika Serikat disebut naik US$1 triliun dalam 48 hari terakhir, mendekati total US$38 triliun. Defisit 2025 diperkirakan menembus US$2 triliun.
Kondisi ini disebut mendorong yield obligasi ke 5% dan melemahkan dolar. Dalam situasi ketidakpastian fiskal, investor global disebut mencari perlindungan melalui Bitcoin—yang kerap diposisikan sebagai “digital gold”—serta stablecoin seperti USDT/USDC dan tokenized Treasuries sebagai instrumen berbasis dolar yang lebih fleksibel.
4) Gemini dan Ripple meluncurkan kartu kredit edisi XRP
Langkah korporasi yang menarik perhatian datang dari Gemini dan Ripple. Keduanya disebut meluncurkan kartu kredit edisi XRP dengan penawaran cashback hingga 10%. Langkah ini dinilai menandai perubahan sikap dibanding periode sebelumnya yang disebut menolak XRP.
Selain itu, stablecoin Ripple USD (RLUSD) disebut resmi menjadi base pair di Gemini. Kombinasi kartu kredit dan integrasi stablecoin ini dipandang dapat memperluas adopsi XRP.
5) Data on-chain menunjukkan pergeseran aktivitas pengguna di altcoin
Data on-chain terbaru menggambarkan persaingan ketat antar blockchain. NEAR Protocol dan BNB Chain disebut memimpin dengan masing-masing 15,9 juta pengguna aktif mingguan, menggusur Solana yang turun ke peringkat ketiga dengan 14,3 juta pengguna setelah mengalami penurunan hampir 20%.
Aptos (APT) disebut menjadi kejutan dengan lonjakan adopsi 41,8%. Pada sektor DeFi, Uniswap (UNI) disebut mempertahankan basis pengguna sekitar 4,4 juta, sementara Raydium dan Jito dilaporkan mencatat penurunan tajam.
Menariknya, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) disebut berada di luar tiga besar daftar pengguna aktif mingguan, yang dalam rangkuman ini dibaca sebagai sinyal bahwa ekosistem blockchain alternatif semakin diperhitungkan dan dominasi dapat bergeser mengikuti minat komunitas.
Penutup
Lima peristiwa tersebut menegaskan dinamika pasar kripto yang dipengaruhi gabungan faktor makro, fundamental pasokan, inovasi produk, serta perubahan aktivitas jaringan. Sinyal dovish The Fed dan isu fiskal AS memperkuat narasi likuiditas dan lindung nilai, sementara kelangkaan Bitcoin dan data historis September menghadirkan kombinasi optimisme dan kewaspadaan. Di saat yang sama, langkah Gemini–Ripple dan data on-chain altcoin menunjukkan bahwa adopsi dan pusat aktivitas ekosistem terus bergerak.

