Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, menilai ekonomi global kini berada di ambang Selat Hormuz yang disebutnya tertutup akibat perang Iran dan Israel-Amerika Serikat. Menurutnya, situasi tersebut mendorong para pemimpin dunia untuk mulai membaca peta perang yang sama.
Azis menyampaikan pandangannya bahwa perkembangan konflik itu berimplikasi pada kondisi ekonomi global. Ia menggambarkan Selat Hormuz sebagai titik krusial yang menjadi perhatian karena dampak penutupan jalur tersebut terhadap situasi internasional.
Dalam pernyataannya, Azis menekankan bahwa dinamika perang membuat negara-negara dan pemimpinnya menaruh perhatian pada arah konflik dan konsekuensinya. Ia menilai kesamaan cara membaca situasi itu muncul seiring meningkatnya ketidakpastian akibat perang.

