BERITA TERKINI
Legenda Timnas Indonesia Riono Asnan Wafat, PSSI Sampaikan Kabar Duka

Legenda Timnas Indonesia Riono Asnan Wafat, PSSI Sampaikan Kabar Duka

SURABAYA – Legenda Timnas Indonesia, Riono Asnan, meninggal dunia pada Rabu (4/3/2026). Kabar duka tersebut disampaikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui unggahan Instagram Story pada Kamis (5/3/2026).

Riono dikenal sebagai salah satu figur penting dalam sejarah sepak bola nasional. Ia memperkuat Timnas Indonesia pada periode 1979 hingga 1983, dengan peran utama sebagai bek tengah serta pernah dimainkan sebagai gelandang. Pada era kompetisi Perserikatan, Riono disebut sebagai pemain bertahan yang tangguh.

Riono lahir di Surabaya pada 15 Januari 1958. Ia berasal dari keluarga besar Asnan yang memiliki tradisi kuat di dunia sepak bola, khususnya di Persebaya Surabaya. Sejumlah anggota keluarganya, seperti Hartono, Sutrisno, dan Margono, juga berkarier sebagai pesepakbola profesional.

Karier Riono turut lekat dengan Persebaya Surabaya. Sejak muda ia tumbuh dalam lingkungan sepak bola Surabaya dan kemudian membangun kiprah bersama klub tersebut, yang pada masanya menjadi salah satu kekuatan sebelum era profesional penuh Liga Indonesia.

Di Persebaya, kontribusi Riono sebagai pemain bertahan mendapat penghormatan dari komunitas sepak bola Surabaya. Gaya bermainnya dikenal disiplin dan kuat dalam menjaga lini belakang, serta menjadi inspirasi bagi anggota keluarga lain untuk menekuni sepak bola.

Selepas pensiun sebagai pemain, Riono melanjutkan kiprah sebagai pelatih. Ia dipercaya menjadi pelatih kepala Persebaya pada musim Liga Indonesia 1999, yang menjadi awal perjalanannya sebagai pelatih profesional di kompetisi nasional.

Riono kemudian menangani sejumlah klub, termasuk Persiku Kudus dalam dua periode, yakni 2011–2012 dan kembali pada 2015. Ia juga pernah melatih Deltras Sidoarjo, dengan pendekatan taktik yang menekankan disiplin permainan dan serangan balik. Selain itu, namanya tercatat pernah menukangi Persiba Balikpapan pada 2006 dan sempat masuk dalam bursa kandidat pelatih beberapa klub lain, termasuk Persijap Jepara.

Dalam perjalanan panjang kariernya, Riono kerap disebut sebagai ikon sepak bola Surabaya yang menjaga tradisi keluarga Asnan di dunia olahraga tersebut.

Pada 2025, Riono sempat menjadi perhatian publik saat Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menjenguknya di kediamannya di Sidoarjo sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya. Saat itu, kondisi kesehatannya dilaporkan mengalami gangguan seperti kekurangan kalsium dan vertigo. Meski demikian, ia disebut tetap mengikuti perkembangan sepak bola nasional hingga akhir hayatnya.

Kepergian Riono Asnan meninggalkan jejak panjang dalam sepak bola Indonesia. Ia dikenang sebagai bek tangguh Timnas Indonesia era 1979–1983 sekaligus pelatih yang pernah menangani sejumlah klub di kompetisi nasional.