BERITA TERKINI
Laporan: AS Ajukan Proposal Damai 15 Poin ke Iran, Teheran Tegaskan Tak Ada Negosiasi Langsung

Laporan: AS Ajukan Proposal Damai 15 Poin ke Iran, Teheran Tegaskan Tak Ada Negosiasi Langsung

Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengajukan proposal damai berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya meredakan perang yang memasuki pekan keempat di Timur Tengah. Namun, Iran membantah adanya perundingan langsung dengan Washington, di tengah operasi militer yang disebut masih terus berlangsung.

Laporan mengenai proposal tersebut mencuat pada Selasa (24/3). The New York Times, mengutip dua pejabat yang mengetahui proses diplomasi, menyebut rencana itu disampaikan melalui Pakistan yang disebut berperan sebagai mediator.

Menurut laporan itu, salah satu poin utama proposal adalah penghentian pengayaan uranium di wilayah Iran. Teheran juga diminta menyerahkan seluruh material uranium yang telah diperkaya karena dinilai berpotensi dikembangkan menjadi senjata nuklir.

Rencana tersebut turut memuat permintaan pembukaan kembali akses di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Sejak konflik berlangsung, Iran dilaporkan membatasi akses kapal-kapal Barat di kawasan itu, yang memicu lonjakan harga energi global.

Sebagai imbalan, Iran disebut akan memperoleh penghapusan seluruh sanksi ekonomi. AS juga dikabarkan menawarkan bantuan pengembangan energi nuklir sipil, termasuk di fasilitas Bushehr. Proposal itu disebut tidak mencantumkan upaya perubahan rezim di Iran.

Di tengah pembicaraan diplomatik, serangan militer dilaporkan tetap berlanjut. AS dan Israel disebut masih melakukan serangan terhadap fasilitas rudal balistik dan program nuklir Iran sejak akhir Februari.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan jalur diplomasi sedang dijajaki, namun menegaskan operasi militer tetap berjalan untuk mencapai target strategis.

Selain itu, muncul wacana gencatan senjata selama satu bulan antara AS dan Iran. Media Israel, Channel 12, melaporkan periode tersebut akan digunakan untuk negosiasi lanjutan berdasarkan proposal yang diajukan.

Hingga kini belum ada kepastian apakah Iran akan menerima rencana tersebut. Teheran menyatakan tidak ada negosiasi langsung dengan Washington. Meski demikian, menurut sejumlah pejabat Iran dan seorang diplomat, komunikasi tidak langsung disebut tetap berlangsung melalui perantara untuk membahas de-eskalasi konflik.

Presiden AS Donald Trump menyatakan optimismenya terhadap peluang tercapainya kesepakatan. Ia menyebut Iran berada dalam posisi yang semakin tertekan secara militer sehingga dinilai tidak memiliki banyak pilihan selain bernegosiasi.

Di sisi lain, Iran menegaskan masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di kawasan, mengindikasikan situasi belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat.