BERITA TERKINI
Lai Ching-te Tegaskan Hak Taiwan Menjalin Hubungan Internasional di Tengah Tekanan China

Lai Ching-te Tegaskan Hak Taiwan Menjalin Hubungan Internasional di Tengah Tekanan China

Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa menjalin hubungan internasional merupakan hak dasar setiap negara, termasuk Taiwan. Pernyataan itu disampaikan setelah ia menjalani lawatan diplomatik yang disebut penuh hambatan, di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Asia Timur.

Kunjungan selama tiga hari ke Eswatini menjadi sorotan karena disebut diwarnai tekanan dari Tiongkok. Pemerintah Taiwan menyatakan perjalanan tersebut sempat tertunda akibat dugaan upaya Beijing menekan sejumlah negara untuk menutup akses wilayah udara bagi pesawat kepresidenan.

Meski menghadapi rintangan, Lai tetap melanjutkan kunjungan dengan strategi alternatif. Ia akhirnya tiba di Eswatini pada 2 Mei setelah menjadwal ulang perjalanan. Dalam lawatan itu, kedua pihak membahas sejumlah kerja sama di bidang ekonomi, pertanian, pendidikan, dan budaya, yang mencerminkan upaya Taiwan memperluas jejaring globalnya.

Setelah kembali, Lai menekankan bahwa kebebasan diplomasi tidak seharusnya dibatasi oleh tekanan pihak mana pun. Ia mengibaratkan kunjungan antarnegara seperti menjenguk teman dan menyebutnya sebagai hak mendasar, sekaligus menegaskan Taiwan tidak akan mundur menghadapi tekanan geopolitik.

Perjalanan tersebut juga dilakukan secara tertutup untuk menghindari sensitivitas politik. Lai menggunakan pesawat milik pemerintah Eswatini dan menempuh rute memutar, melintasi wilayah seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina sebelum mendarat di Bandara Taoyuan. Ia turut didampingi Wakil Perdana Menteri Eswatini, Thulisile Dladla, yang disebut membantu kelancaran misi tersebut.

Di sisi lain, Tiongkok tetap pada posisinya yang mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya serta menolak hubungan diplomatik negara lain dengan Taipei. Lai menepis klaim tersebut dan menyatakan bahwa kekuatan sebuah negara tidak diukur dari dominasi, melainkan dari kemampuannya menciptakan kesejahteraan bersama. Sikap ini mempertegas tekad Taiwan untuk tetap hadir di panggung internasional meski berada di bawah tekanan.