BERITA TERKINI
Lagu “Nyong Dari Timur” Dinilai Perkuat Identitas Budaya Minang dan Timur lewat Musik

Lagu “Nyong Dari Timur” Dinilai Perkuat Identitas Budaya Minang dan Timur lewat Musik

Musik kerap dipandang sebagai medium kuat untuk mengekspresikan emosi sekaligus memperkenalkan budaya. Di luar fungsinya sebagai hiburan, musik juga dapat menjadi sarana memperkuat identitas lokal melalui bahasa, dialek, dan nilai-nilai yang melekat pada suatu komunitas.

Salah satu fenomena yang belakangan mencuri perhatian adalah lagu “Nyong Dari Timur” yang dinyanyikan Wita Sofi feat. Juan Reza. Lagu ini dirilis pada 22 Februari 2025 melalui YouTube Minang Timur Production.

Dalam ulasan yang ditulis dari sudut pandang latar pendidikan seni musik, lagu tersebut dipahami bukan sekadar rangkaian nada dan lirik, melainkan cerminan identitas personal maupun kelompok. Mengacu pada gagasan ekspresi diri, musik dapat menjadi sarana menampilkan jati diri melalui lirik, melodi, dan instrumen yang digunakan. Pada lagu “Nyong Dari Timur”, unsur-unsur itu dipandang menghadirkan rasa bangga sebagai orang Minang yang berasal dari wilayah timur.

Selain itu, perspektif Social Identity Theory (Tajfel & Turner) juga digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu kerap mengidentifikasi diri melalui kelompok sosial atau budaya. Dalam konteks ini, musik daerah dinilai dapat memperkuat identitas kelompok dengan menonjolkan elemen khas budaya, termasuk penggunaan bahasa dan ungkapan lokal.

Lirik “Nyong Dari Timur” disebut sederhana namun sarat makna. Beberapa bagiannya memadukan ungkapan Minang dengan nuansa bahasa dari Indonesia timur, seperti penggunaan kata “nyong” dan “uda”. Perpaduan ini dipandang sebagai penanda identitas budaya yang menonjol, sekaligus menciptakan kedekatan emosional bagi pendengar tertentu.

Dari sisi psikologis, lirik dan nuansa lagu dinilai dapat memengaruhi emosi serta persepsi pendengar. Lagu ini disebut berpotensi memunculkan rasa memiliki (sense of belonging), terutama bagi pendengar yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia timur dan Minangkabau. Dampak lain yang disorot adalah kemungkinan meningkatnya rasa percaya diri (self-esteem) dan motivasi untuk merayakan identitas budaya.

Secara musikal, karya ini dipaparkan sebagai kombinasi musik Minang dan Timur dengan karakter ceria dan riang. Irama yang upbeat disebut dapat membangun suasana hati positif dan membuat lagu lebih mudah diingat. Selain itu, lagu ini juga dinilai memberi efek relaksasi, membantu mengurangi stres dan kecemasan, serta mendukung kesejahteraan emosional pendengarnya.

Fenomena “Nyong Dari Timur” juga dikaitkan dengan dinamika sosial generasi pengguna media sosial. Di tengah arus globalisasi yang kerap mengaburkan identitas lokal, musik daerah seperti ini dipandang berperan sebagai pengingat akar budaya. Melalui lagu tersebut, kebanggaan lokal tidak hanya dirayakan oleh komunitasnya, tetapi juga dapat menjadi pintu bagi orang lain untuk mengenal dan menghargai keragaman budaya.