Kota Kupang mendapat dukungan dari sejumlah tokoh nasional dan pemangku kepentingan untuk mendorong model baru city branding berbasis pengalaman (experience) sekaligus diplomasi ekonomi daerah dari Batam. Dukungan itu mengemuka dalam peluncuran platform “Sei Kupang House Batam” yang mengintegrasikan kuliner, budaya, dan UMKM dalam satu ekosistem berbasis pengalaman.
Dukungan disampaikan Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (TIDAR) sekaligus Anggota DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Lakalena, serta Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza. Mereka menilai inisiatif ini sebagai langkah yang dapat memperluas pasar produk daerah dan memperkuat peran daerah dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Rahayu Saraswati mengapresiasi promosi UMKM NTT melalui pembukaan gerai “Sei NTT” di Batam. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat NTT sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk daerah.
“Saya mengucapkan selamat atas inisiatif yang sudah membuka gerai untuk mempromosikan produk UMKM dari NTT di Batam. Semoga sukses dan dapat menambah nilai ekonomi masyarakat,” ujar Rahayu Saraswati.
Sementara itu, Melki Lakalena menilai langkah yang dilakukan Kota Kupang mencerminkan pendekatan baru dalam pengembangan ekonomi daerah. Ia menegaskan daerah tidak lagi menunggu pasar, melainkan aktif masuk ke pasar sebagai bagian dari strategi ekonomi kreatif.
Pandangan serupa disampaikan Helvi Yuni Moraza. Ia menyebut inisiatif tersebut sebagai terobosan strategis yang menunjukkan daerah mampu menjadi pemain aktif dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional dan dinilai layak direplikasi di berbagai wilayah.
Program ini dipimpin Wali Kota Kupang Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis. Keduanya disebut berperan dalam kurasi produk UMKM serta penguatan identitas budaya daerah agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Peluncuran “Sei Kupang House Batam” juga menarik perhatian jejaring internasional, di antaranya Konsul Jenderal Singapura di Indonesia, Director Indonesia Investment Promotion Centre Singapore, serta perwakilan diaspora NTT di Batam dan pelaku industri. Kehadiran berbagai pihak tersebut dinilai menegaskan bahwa langkah Kupang tidak hanya berhenti pada city branding, tetapi berkembang ke tahap diplomasi ekonomi berbasis daerah.
Christian Widodo menegaskan pihaknya tidak lagi sekadar menjual cerita tentang Kupang, melainkan menghadirkan pengalaman nyata yang dapat diakses langsung oleh pasar. Serena Francis menambahkan, city branding saat ini tidak hanya tentang dikenal, tetapi juga tentang diingat dan dirasakan.
“Pengalaman menjadi strategi paling kuat dalam membangun identitas kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.