Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali melepas keberangkatan KRI Bima Suci dari Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, untuk menjalankan misi diplomasi pelayaran Kartika Jala Krida (KJK), Selasa (31/3).
Menurut Ali, pelayaran KJK digelar sebagai ajang latihan bagi taruna angkatan laut untuk membangun jaringan diplomasi, sekaligus memperkuat hubungan baik Indonesia dengan negara-negara sahabat. Ia menyebut pelayaran KJK tahun ini diikuti taruna angkatan laut dari 25 negara sahabat.
“Pelayaran KJK tahun ini diikuti oleh taruna angkatan laut dari 25 negara sahabat. Mereka semua merasa sangat senang untuk bisa bergabung membangun persahabatan di antara para pelaut, jadi membangun Seaman Brotherhood di antara mereka,” kata Ali.
Ali menjelaskan, para taruna akan berlayar selama enam bulan menuju sejumlah negara serta beberapa wilayah di Indonesia. Rute kunjungan luar negeri mencakup delapan negara, yakni Colombo, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Shanghai, Vladivostok (Rusia), Jepang, dan Filipina, sebelum kembali ke Indonesia.
Selain itu, pelayaran juga akan singgah di beberapa kota di Indonesia, di antaranya Belawan dan Bitung, serta kota-kota lainnya.
KSAL berharap para taruna dapat menyerap pengetahuan mengenai negara-negara yang dikunjungi untuk memperkaya wawasan setiap prajurit. Selama berada di KRI Bima Suci, mereka juga akan belajar ilmu navigasi dan astronomi guna mengasah kemampuan berlayar.
Melalui kegiatan ini, Ali berharap hubungan TNI dengan negara-negara sahabat peserta KJK semakin erat, sekaligus memberi bekal pengetahuan yang bermanfaat bagi para taruna untuk kemajuan maritim dunia.

