JAKARTA – Nintendo Switch 2 berpotensi mengalami kenaikan harga seiring krisis DRAM global yang dipicu lonjakan kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI). Kenaikan harga memori dinilai dapat mendorong biaya produksi konsol generasi terbaru Nintendo meningkat.
Nintendo disebut tengah mempertimbangkan penyesuaian harga Switch 2 apabila tekanan biaya komponen berlanjut. Konsol ini sebelumnya diluncurkan pada 2025 dengan banderol 449,99 dolar AS atau sekitar Rp7,5 juta. Namun, harga tersebut dinilai kian sulit dipertahankan bila harga DRAM terus naik.
Krisis DRAM global terjadi di tengah meningkatnya permintaan memori untuk pusat data dan pengembangan AI. Perusahaan teknologi besar seperti Meta, Microsoft, Alphabet, dan Amazon dilaporkan meningkatkan investasi infrastruktur AI yang memerlukan kapasitas memori besar.
Dalam laporan tersebut, server AI dengan akselerator canggih menyerap RAM dalam jumlah masif, bahkan disebut setara ribuan ponsel pintar dalam satu rak server. Kondisi ini mendorong harga DRAM naik tajam, dengan beberapa jenis memori dilaporkan melonjak hingga 75 persen dalam waktu singkat.
Di sisi pasokan, produsen memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini memprioritaskan produksi high-bandwidth memory (HBM) untuk kebutuhan AI. Akibatnya, pasokan DRAM untuk perangkat elektronik konsumen, termasuk konsol gim, menjadi lebih terbatas.
Potensi kenaikan harga ini disebut bukan dipicu oleh lemahnya permintaan pasar. Switch 2 dilaporkan telah terjual lebih dari 17 juta unit, melampaui capaian konsol generasi pertama pada periode peluncuran yang sama.
Presiden Nintendo sebelumnya menyatakan belum ada rencana langsung untuk menaikkan harga. Meski begitu, opsi penyesuaian tetap terbuka apabila biaya komponen terus meningkat.
Dampak krisis memori juga dirasakan di industri lain. Sony dikabarkan mempertimbangkan penundaan PlayStation 6, sementara Microsoft dan Sony sebelumnya telah menyesuaikan harga konsol mereka. Jika tren kenaikan harga memori berlanjut, penyesuaian harga Nintendo Switch 2 disebut menjadi skenario yang realistis tahun ini.

