BERITA TERKINI
Krisis Chip Global Dorong Kenaikan Harga Sejumlah HP Android Terbaru di Indonesia

Krisis Chip Global Dorong Kenaikan Harga Sejumlah HP Android Terbaru di Indonesia

Krisis chip global tak hanya berdampak pada harga PC dan laptop, tetapi juga merembet ke smartphone Android terbaru yang dipasarkan secara global, termasuk di Indonesia. Sejumlah ponsel Android yang baru dirilis di Tanah Air tercatat mengalami kenaikan harga dengan rentang mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, bergantung pada merek dan variannya.

Salah satu yang mengalami kenaikan adalah iQOO 15. Model ini kembali menjadi yang pertama di Indonesia yang mengusung chipset terbaru Qualcomm. Dengan dukungan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan sejumlah pembaruan spesifikasi, harga iQOO 15 ikut terdongkrak. Dibanding iQOO 13, varian 12/256 GB disebut naik hingga Rp3 juta, sementara varian 512 GB lebih mahal Rp2 juta.

Kenaikan juga terjadi pada Xiaomi 15T dan 15T Pro yang meluncur di Indonesia pada akhir September tahun lalu. Saat rilis, banderolnya sudah lebih tinggi dibanding Xiaomi 14T dan 14T Pro. Xiaomi 15T varian 12/256 GB dijual Rp6.499.000, sedangkan versi 12/512 GB Rp7.499.000 atau naik Rp500 ribu dari sebelumnya. Xiaomi 15T Pro varian 12/512 GB dipasarkan Rp9.999.000, naik Rp1 juta, serta untuk pertama kalinya tersedia versi 12 GB/1 TB seharga Rp10.999.000. Beberapa bulan kemudian, pada awal Januari 2026, Xiaomi kembali menaikkan harga 15T dan 15T Pro dengan besaran bervariasi antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Dari segmen entry-level, Oppo A6x turut mengalami penyesuaian harga. Saat pertama dirilis pada Desember tahun lalu, ponsel ini dibanderol mulai Rp1,5 jutaan. Namun kini, kenaikannya disebut bisa mencapai Rp1,1 juta hingga menembus Rp3,8 jutaan, tergantung varian. Oppo A6x mengandalkan Snapdragon 685, layar LCD 6,75 inci HD+ 120Hz, kamera belakang 13 MP + QVGA, kamera depan 5 MP, serta baterai 6.500 mAh. Ponsel ini juga mengantongi rating IP64 untuk ketahanan terhadap semprotan air dan debu.

Oppo A6 juga mengalami kenaikan. Perbedaannya, model ini membawa kamera utama 50 MP dengan lensa monokrom 2 MP, kamera depan 8 MP, serta baterai 7.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W SuperVOOC. Daftar harga saat peluncuran dan harga terkini disebut berubah, meski rincian angkanya tidak dicantumkan dalam data ini.

Di kelas menengah, Huawei Nova 14 Pro di Indonesia dijual Rp8.499.000, naik Rp500 ribu dibanding Nova 13 Pro. Peningkatan spesifikasi disebut mencakup layar LTPO OLED 6,78 inci dengan HDR dan refresh rate 120Hz. Kamera depan kini memakai sensor 50 MP dengan ultrawide 100 derajat serta kamera telephoto 8 MP. Di bagian belakang, konfigurasi tiga kamera tetap terdiri dari kamera utama 50 MP dengan OIS, telephoto 12 MP dengan OIS dan 3x optical-zoom, serta ultrawide 8 MP. Baterainya 5.500 mAh dengan pengisian cepat 100W. Meski harga naik, Huawei menawarkan promo hingga 28 Februari 2026 dengan total benefit hingga Rp4,5 juta, termasuk Huawei Watch Fit 4 Pro senilai Rp2,9 juta, Huawei Care+ satu tahun senilai Rp1 juta, opsi cicilan 0 persen melalui bank tertentu, serta 1 Year Extended Warranty senilai Rp599 ribu.

Oppo juga menaikkan harga Reno15 Series di Indonesia. Dibanding Reno14 Series, kenaikannya berada di kisaran Rp800 ribu hingga Rp1 juta. Seri ini terdiri dari Reno15 F, Reno15, dan Reno15 Pro Max, tanpa model Pro seperti generasi sebelumnya. Reno15 F masih membawa layar 6,57 inci AMOLED, Snapdragon 6 Gen 1, dan tiga kamera belakang 50 MP, 8 MP, dan 2 MP. Peningkatan yang disebut antara lain kamera selfie 50 MP dan baterai 7.000 mAh dengan pengisian cepat 80W. Reno15 kini ditenagai Snapdragon 7 Gen 4, layar 6,59 inci, serta baterai 6.500 mAh dengan pengisian cepat 80W. Sementara Reno15 Pro Max memakai Dimensity 8450 dan membawa kamera utama 200 MP dengan OIS, telephoto 50 MP dengan OIS, serta ultrawide 50 MP, ditopang baterai 6.500 mAh dengan pengisian cepat 80W. Rincian harga per varian disebut tersedia, namun tidak dicantumkan dalam data ini.

Dari merek Nubia, V80 Max dijual Rp1.899.000, naik Rp500 ribu dibanding V70 Max. Peningkatan spesifikasi meliputi penggunaan Unisoc T7250 (dari T7200) serta kamera selfie 16 MP (dari 8 MP). Sementara spesifikasi lain tetap mencakup layar 6,9 inci IPS LCD HD+ 120Hz, kamera belakang 50 MP, baterai 6.000 mAh, dan pengisian cepat 22,5W.

Di lini Redmi Note 15 Series, kenaikan harga disebut terjadi merata dibanding Redmi Note 14 Series, dari model reguler hingga Pro+. Untuk model dasar, Redmi Note 14 4G varian 8/128 GB sebelumnya dijual Rp2.399.000, dan pada seri baru dengan kapasitas yang sama disebut naik Rp500 ribu. Pembaruan spesifikasi mencakup layar AMOLED 6,77 inci 120Hz, chipset MediaTek Helio G100-Ultra, serta baterai yang naik 500 mAh menjadi 6.000 mAh.

Pada Redmi Note 15 5G, harga awal naik Rp100 ribu dibanding Redmi Note 14 5G. Namun, pada harga Rp3.299.000, konfigurasi RAM yang didapat disebut turun menjadi 6 GB, berbeda dari sebelumnya yang menawarkan RAM 8 GB di Rp3.199.000. Xiaomi juga tidak lagi menyediakan varian 12/256 GB yang sebelumnya dijual Rp3.999.000, dan menggantinya dengan model 12/512 GB. Varian ini menggunakan Snapdragon 6 Gen 3, layar AMOLED 6,77 inci Full HD+, baterai 5.520 mAh dengan pengisian cepat 45W, serta kamera ultrawide 8 MP yang mendampingi kamera utama 108 MP.

Redmi Note 15 Pro disebut naik sekitar Rp300 ribu dibanding Redmi Note 14 Pro, seiring perubahan konfigurasi memori menjadi 8/256 GB. Xiaomi juga menghilangkan model 12/256 GB dan menggantinya dengan 12/512 GB yang lebih mahal. Pembaruan mencakup chipset MediaTek Dimensity 7400 Ultra, kamera 200 MP dengan OIS, sertifikasi ketahanan IP68/IP69K, serta baterai 6.580 mAh dengan pengisian cepat 45W.

Untuk Redmi Note 15 Pro+, kenaikan disebut paling tinggi di lini ini. Dibanding Redmi Note 14 Pro+ 8/256 GB yang sebelumnya Rp5.499.000, harganya naik Rp500 ribu. Sementara varian 12/512 GB naik Rp800 ribu dari harga lama Rp5.999.000. Spesifikasinya mencakup Snapdragon 7s Gen 4, kamera utama 200 MP, baterai 6.500 mAh dengan pengisian cepat 100W, serta sertifikasi IP69K.

Terakhir, Poco F8 Pro dan Poco F8 Ultra juga dijual lebih mahal dibanding pendahulunya. Poco F8 Pro dibanderol Rp8.999.000 dan Poco F8 Ultra Rp11.999.000. Dibanding Poco F7 Pro dan F7 Ultra, kenaikan harga masing-masing disebut Rp1,5 juta untuk model Pro dan Rp1 juta untuk varian Ultra. Dari sisi spesifikasi, Poco F8 Pro sudah menggunakan Snapdragon 8 Elite, sementara Poco F8 Ultra mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Keduanya juga membawa speaker racikan Bose, dengan tambahan subwoofer pada model Ultra untuk keluaran suara yang lebih baik, terutama untuk bermain gim.

Deretan penyesuaian harga ini menunjukkan dampak krisis chip yang masih terasa pada produk smartphone terbaru. Kenaikan tidak hanya terjadi pada ponsel flagship, tetapi juga merambah segmen menengah hingga entry-level, dengan besaran berbeda-beda tergantung peningkatan spesifikasi dan strategi tiap merek.