KRI Bima Suci tiba di Singapura pada Kamis, 30 April 2026, dan resmi bersandar di Changi Naval Base. Kedatangan kapal milik TNI Angkatan Laut tersebut merupakan bagian dari etape keempat pelayaran muhibah diplomasi yang ditujukan ke sejumlah negara di kawasan Asia dan Eropa.
KRI Bima Suci yang berada di bawah Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II disambut oleh otoritas setempat serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura. Kapal ini membawa TNI AL bersama Satuan Tugas Latihan Praktek (Satgas Lattek) Kartika Jala Krida (KJK) 2026 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) untuk mendukung diplomasi maritim sekaligus mempererat hubungan bilateral.
Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, M.Tr.Opsla., menyatakan kegiatan pelayaran tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis para taruna. “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan navigasi dan profesionalisme para taruna, namun juga mempererat hubungan diplomatik dengan negara-negara sahabat,” kata Sugeng dalam keterangan tertulis pada Selasa, 5 Mei 2026.
Selain menjalankan latihan pelayaran dan misi diplomasi, KRI Bima Suci juga memperkenalkan budaya Nusantara melalui pertunjukan seni di setiap negara persinggahan. Di Singapura, hadir pula Sahli Kasal Bidang Dokstraopslat Laksda TNI Monang, H.S. yang memberikan pembekalan kepada prajurit KRI Bima Suci serta Taruna AAL Angkatan ke-73 sebagai penguatan moril selama menjalankan misi.
Selama sandar di Singapura, agenda kegiatan mencakup courtesy call kepada Commander Maritime Training and Doctrine Command (CMTD) Singapura, pelaksanaan cocktail party di geladak KRI, serta penampilan Genderang Suling Gita Jala Taruna.
Rangkaian kegiatan di atas geladak KRI Bima Suci dimeriahkan dengan Tari Gandrung khas Banyuwangi sebagai pembuka, dilanjutkan sambutan dari Duta Besar RI dan perwakilan pejabat angkatan laut, serah terima cenderamata, serta sesi foto bersama. Pertunjukan budaya lainnya yang ditampilkan prajurit KRI Bima Suci bersama Taruna AAL Angkatan ke-73 meliputi Rampak Gendang, Tari Saman, tarian Rama Shinta, hingga Tari Nusantara.