JAKARTA — KRI Bima Suci-945 menjalani misi pelayaran muhibah diplomatik Kartika Jala Krida (KJK) 2026 dengan rencana kunjungan ke delapan negara. Kapal TNI Angkatan Laut (AL) itu membawa 79 taruna tingkat dua angkatan ke-73 Akademi Angkatan Laut (AAL) serta peserta dari negara-negara sahabat.
KRI Bima Suci saat ini telah menyelesaikan pelayaran etape I dari Surabaya ke Jakarta. Setibanya di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, kapal tersebut dilepas oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
“Ada delapan negara sahabat yang akan dikunjungi, KRI Bima Suci membawa taruna-taruna dari Akademi Angkatan Laut dan beberapa negara,” kata Ali di Markas Kolinlamil, Jakarta Utara, Rabu (1/4/2026).
Rute pelayaran yang ditempuh meliputi Surabaya–Jakarta–Belawan–Sri Lanka–Singapura–Vietnam–Cina–Korea Selatan–Rusia–Jepang–Filipina–Bitung, lalu kembali ke Surabaya. Total jarak tempuh yang direncanakan mencapai 16.877 nautical mile (NM) dengan durasi pelayaran 124 hari.
Selain 79 taruna AAL yang didampingi perwira pendamping dan kru kapal, KRI Bima Suci juga membawa 52 peserta delegasi program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) dari 24 negara, baik ASEAN maupun non-ASEAN. Delegasi tersebut antara lain berasal dari Australia, Cina, Kanada, Afrika, serta sejumlah negara Eropa. Dengan demikian, total peserta KJK 2026 di atas kapal mencapai 131 orang.
Menurut Ali, pelayaran ini juga menjadi bagian dari pembelajaran bagi para taruna. “Ini pelayaran astronomi, mereka akan belajar ilmu perbintangan, ilmu astronomi, dan navigasi lingkaran besar,” ujarnya.

