SURABAYA — TNI Angkatan Laut melepas KRI Bima Suci untuk menjalankan misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Kartika Jala Krida (KJK) 2026. Pelayaran kapal layar tiang tinggi ini dijadwalkan berlangsung selama 124 hari, mulai 26 Maret hingga 28 Juli 2026.
Pelepasan dilaksanakan di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya. Acara dipimpin Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya yang diwakili Kaskoarmada II Laksma TNI Agam Endrasmoro. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur AAL Brigjen TNI (Mar) Ena Sulaksana serta Ketua Daerah Jalasenastri Armada II Ny. Yully Alit Jaya.
Dalam amanat Pangkoarmada II yang dibacakan Kaskoarmada II, pelayaran KJK yang rutin digelar setiap tahun disebut bertujuan membentuk karakter Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) agar menjadi perwira TNI AL yang profesional, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh.
Menurut Laksma TNI Agam Endrasmoro, pelayaran tahun ini menempuh jarak 16.877 nautical mile dan dinilai istimewa karena melibatkan peserta dengan komposisi yang beragam. Sebanyak 55 cadet dari negara-negara ASEAN dan non-ASEAN ikut serta, bersama enam putra-putri terbaik daerah dari Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara.
Misi pelayaran dipimpin Komandan Satuan Tugas Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, S.E., M.Tr.Opsla. Adapun rute yang akan dilalui mencakup Surabaya, Jakarta, Belawan, Colombo (Sri Lanka), Singapura, Ho Chi Minh (Vietnam), Shanghai (China), Busan (Korea Selatan), Vladivostok (Russia), Nagasaki (Jepang), Manila (Filipina), Bitung, dan kembali ke Surabaya.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menekankan bahwa KRI Bima Suci tidak hanya berfungsi sebagai kapal latih, tetapi juga membawa misi diplomasi dan persahabatan. Ia menyebut pelayaran KRI Bima Suci menjadi bagian dari pelaksanaan tugas TNI AL, khususnya untuk memperkuat diplomasi pertahanan dan mempererat hubungan antarnegara.
Pelayaran ini mengusung semangat pembentukan karakter sekaligus diplomasi pertahanan, dengan KRI Bima Suci diposisikan sebagai “floating embassy” yang membawa misi kemanusiaan dan persahabatan.

