BERITA TERKINI
Konflik Timur Tengah Pengaruhi Kunjungan Wisatawan, Okupansi Hotel Lebaran di Denpasar Turun

Konflik Timur Tengah Pengaruhi Kunjungan Wisatawan, Okupansi Hotel Lebaran di Denpasar Turun

DENPASAR – Libur panjang Hari Raya Nyepi dan Lebaran tahun ini belum mampu mengangkat kinerja pariwisata di Denpasar secara optimal. Selain pergerakan wisatawan domestik yang dinilai minim, situasi global turut memberi tekanan, terutama dampak konflik di Timur Tengah.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar, Ida Bagus Sidharta Putra, mengatakan gejolak geopolitik mulai berdampak langsung pada pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa. Ia menyebut adanya pembatalan dan penundaan perjalanan ke Bali.

“Tren pembatalan sudah mulai terlihat untuk jangka pendek, dan ada kecenderungan penundaan perjalanan dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya.

Menurut Sidharta, ketidakpastian akibat konflik turut memengaruhi jalur penerbangan internasional yang selama ini menjadi akses utama wisatawan Eropa menuju Bali. Kondisi tersebut dinilai berimbas pada penurunan pasokan wisatawan ke Pulau Dewata.

Di sisi lain, pasar Australia disebut masih relatif stabil dan tetap menjadi penopang utama kunjungan wisatawan ke Bali. Namun, untuk Denpasar, kontribusi wisatawan domestik selama masa libur belum menunjukkan peningkatan berarti.

“Tingkat pergerakan wisatawan domestik di Denpasar memang tidak terlalu tinggi dibandingkan destinasi utama lainnya,” kata Sidharta.

Dampaknya terlihat pada tingkat hunian hotel selama libur Lebaran yang berada di kisaran 70 persen. Angka ini disebut masih di bawah ekspektasi normal yang biasanya dapat menembus lebih dari 90 persen.

Kondisi serupa juga dirasakan pelaku usaha perhotelan di sejumlah kawasan, termasuk Sanur, yang selama ini mengandalkan pasar wisatawan mancanegara.

Sementara itu, kebijakan Work From Home (WFH) yang diharapkan mendorong mobilitas wisatawan domestik dinilai belum memberi pengaruh signifikan bagi sektor perhotelan. Sidharta menilai hal itu karena operasional hotel tetap membutuhkan kehadiran tenaga kerja secara langsung.