Para ekonom yang selama setahun terakhir memperkirakan dampak perang dagang yang diluncurkan Presiden Donald Trump kini mulai menghitung konsekuensi dari perang yang terjadi secara nyata, seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Dampak yang paling cepat dan terlihat muncul di pasar keuangan. Investor dilaporkan berbondong-bondong memindahkan dana ke aset yang dianggap aman, seperti dolar AS dan emas. Pada saat yang sama, harga saham mengalami penurunan.
Perubahan sentimen ini dinilai membuat negara-negara dengan perekonomian lebih kecil menjadi lebih rentan, terutama mereka yang memiliki cadangan devisa terbatas.
Saluran penularan utama ke perekonomian global disebut berasal dari pergerakan harga minyak. Minyak Brent sempat naik hingga 13% dan menembus US$82 per barel, level tertinggi sejak Januari 2025. Sementara itu, West Texas Intermediate bergerak mendekati US$72 pada awal perdagangan Asia, Senin (2/3/2026).

