Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut mulai melunak terhadap China setelah sebelumnya mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk membatasi akses Beijing terhadap chip kecerdasan buatan (AI) dan peralatan manufaktur semikonduktor canggih.
Memasuki penghujung 2025, arah kebijakan itu dinilai berubah. Salah satu langkah yang disebut menandai pelonggaran adalah izin ekspor chip H200 buatan Nvidia ke China, yang merupakan prosesor tercanggih kedua dari perusahaan teknologi tersebut.
Perkembangan terbaru datang dari Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC). Perusahaan mengatakan pemerintah AS telah memberikan lisensi ekspor tahunan yang memungkinkan impor peralatan dari produsen peralatan chip AS ke fasilitas TSMC di Nanjing, China.
TSMC menyatakan lisensi tersebut dapat digunakan tanpa perlu mengurus lisensi terpisah untuk masing-masing vendor. Perusahaan juga menegaskan operasional dan pengiriman produk tidak terdampak.
“Departemen Perdagangan AS memberikan TSMC Nanjing lisensi ekspor tahunan untuk barang-barang yang dikendalikan ekspor AS dipasok ke TSMC Nanjing tanpa memerlukan lisensi vendor individual,” kata TSMC, dikutip dari Reuters, Jumat (2/1/2026).
Sebelumnya, lisensi serupa telah dimiliki perusahaan teknologi lain seperti Samsung Electronics dan SK Hynix. Sejumlah perusahaan tersebut sebelumnya mendapat manfaat dari pengecualian atas pembatasan ekspor chip AS ke China, namun pengecualian itu berakhir pada 31 Desember 2025.
Dengan berakhirnya masa pengecualian tersebut, perusahaan-perusahaan terkait harus memperoleh lisensi ekspor AS untuk periode 2026.
Fasilitas TSMC di Nanjing memproduksi chip 16 nanometer dan chip “mature node” lainnya, bukan semikonduktor paling canggih perusahaan. Pabrik ini menyumbang sekitar 2,4% dari total pendapatan TSMC pada 2024.
Pada tahun sebelumnya, Departemen Perdagangan AS juga melarang TSMC mengekspor beberapa jenis chip untuk pasar konsumen di China, termasuk chip berdesain 7 nanometer atau yang lebih canggih. Jenis chip tersebut umumnya digunakan perusahaan China untuk akselerator AI dan unit pemrosesan grafis (GPU).
Larangan itu muncul setelah TSMC mengakui salah satu chipnya ditemukan berada dalam proses AI buatan Huawei. Temuan tersebut terungkap setelah Tech Insights membongkar produk terkait, yang kemudian dinilai sebagai pelanggaran terhadap sanksi dagang AS terhadap China.

