JAKARTA — Ketegangan di Timur Tengah yang dipicu konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran disebut berdampak pada industri minyak sawit (crude palm oil/CPO) di Indonesia, terutama melalui kenaikan harga energi global yang berimbas pada biaya produksi.
Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk Djap Tet Fa mengatakan CPO merupakan komoditas global sehingga biaya produksinya sensitif terhadap dinamika geopolitik. Menurut dia, dampak konflik tersebut sudah terasa pada pergerakan harga energi, termasuk harga minyak dunia yang fluktuatif.
“Dampak pertama adalah peningkatan harga energi… harga minyak dunia itu naik, sempat naik, pokoknya itu kayak rollercoaster, naik turun, naik turun, tergantung statement yang ada dari pemimpin dunia,” kata Djap Tet Fa dalam jumpa pers di Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ia menilai kenaikan harga energi sulit dihindari bagi lini bisnis yang terkait dengan industri sawit. Djap Tet Fa menyebut sejumlah komponen biaya mulai mengalami peningkatan, termasuk solar non-subsidi.
Selain bahan bakar, ia menyoroti kenaikan biaya pupuk yang dipengaruhi harga gas dan minyak, mengingat bahan baku pupuk seperti urea dan amonia bergantung pada komoditas energi. Kenaikan juga terjadi pada biaya logistik karena transporter turut menanggung ongkos energi yang lebih tinggi.
Untuk merespons kondisi tersebut, perusahaan melakukan mitigasi dengan mengefisienkan biaya operasional agar pasokan sawit tetap terjaga. Efisiensi dilakukan pada berbagai tahapan, mulai dari proses produksi, panen, angkut, pemupukan, hingga perawatan.
Djap Tet Fa mengatakan langkah-langkah tersebut merupakan faktor yang paling memungkinkan dikendalikan agar lebih efisien dan efektif. Ia berharap peningkatan biaya bisa ditekan sehingga dampaknya terhadap kinerja keuangan dapat diminimalkan.
Di sisi lain, ia menyebut kenaikan biaya sebagian tertutup oleh pergerakan harga sawit yang juga sedang meningkat. “Karena kalau kita bicara harga kita bisa kontrol kebetulan harga sawit juga lagi naik, jadi sebenarnya kenaikan kos tersebut juga sedikit banyak ditutupi dengan peningkatan harga,” ujarnya.