BERITA TERKINI
Konflik Global Dorong Kenaikan Harga Pupuk, Biaya Produksi Hortikultura Ikut Terdongkrak

Konflik Global Dorong Kenaikan Harga Pupuk, Biaya Produksi Hortikultura Ikut Terdongkrak

Kenaikan harga pupuk kembali terjadi seiring meningkatnya tensi geopolitik global, terutama terkait konflik Iran–Amerika Serikat. Pengamat Ekonomi Gunawan Benyamin menyebut, lonjakan harga sarana produksi pertanian ini berpotensi menekan komoditas hortikultura karena mendorong naiknya biaya produksi di tingkat petani.

Gunawan menjelaskan, harga pupuk NPK nonsubsidi saat ini berada di kisaran Rp15.600 per kilogram. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik yang berada di sekitar Rp15.000 per kilogram, meski masih di bawah level Rp17.000 per kilogram yang sempat terjadi pada awal perang Rusia–Ukraina.

Kenaikan juga tercatat pada sejumlah jenis pupuk lain. Pupuk KCL naik menjadi Rp13.000 per kilogram dari sebelumnya Rp10.000 per kilogram. Sementara pupuk urea nonsubsidi meningkat menjadi Rp11.000 per kilogram dari kisaran sebelumnya sekitar Rp7.000 per kilogram.

Menurut Gunawan, kenaikan harga pupuk, herbisida, dan insektisida berdampak langsung pada perubahan harga keekonomian komoditas hortikultura. Harga keekonomian cabai merah kini berada pada rentang Rp30.000 hingga Rp36.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp27.000 hingga Rp33.000 per kilogram. Cabai rawit meningkat dari Rp32.000–Rp38.000 menjadi Rp34.000–Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang merah naik dari Rp32.000–Rp36.000 menjadi Rp35.000–Rp39.000 per kilogram.

Gunawan menambahkan, perhitungan tersebut sudah memasukkan margin keuntungan petani, namun belum memperhitungkan ongkos panen. Ia menyebut, perhitungan menggunakan sampel petani di Sumatera Utara dan masih bersifat sementara karena harga sarana produksi pertanian dinilai sangat fluktuatif mengikuti dinamika global.

Kenaikan biaya produksi ini, kata Gunawan, berpotensi mendorong harga komoditas hortikultura lainnya. Ia menilai, harga keekonomian dapat dijadikan acuan untuk menentukan harga ideal di tingkat petani dan konsumen, sekaligus membantu pemerintah menyusun kebijakan mitigasi agar tidak merugikan petani maupun konsumen ke depan.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Heru Suwondo, menyampaikan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi. Ia menyebut harga urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, dan NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.