Dampak konflik di Timur Tengah mulai dirasakan negara-negara kepulauan Pasifik melalui lonjakan harga bahan bakar yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan ketersediaan energi.
Di Kepulauan Marshall, Presiden Hilda Heine menetapkan langkah darurat melalui perintah eksekutif. Pemerintah menilai kenaikan harga bahan bakar berpotensi berdampak luas pada kenaikan harga barang impor lain, seperti makanan, bahan bangunan, dan kebutuhan pokok.
Karena sangat bergantung pada impor, pemerintah memperingatkan situasi ini dapat mengancam kesejahteraan masyarakat. Untuk merespons, dibentuk Komite Koordinasi Pemulihan di bawah Dewan Bencana Nasional. Komite tersebut bertugas memantau dampak krisis bahan bakar serta mengoordinasikan rencana respons nasional, termasuk langkah penghematan energi dan pengelolaan konsumsi bahan bakar.
Sementara itu, di Kepulauan Cook, cadangan bahan bakar dilaporkan turun tajam hingga hanya tersisa sekitar 20 hari, kurang dari setengah kapasitas penuh. Pemasok menyatakan stok masih diperkirakan cukup hingga pengiriman berikutnya pada awal April, selama tidak terjadi pembelian panik. Namun, mereka memperingatkan kenaikan harga diperkirakan berlanjut.
Harga bahan bakar dan LPG di negara tersebut dilaporkan mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah, dipicu gangguan pasokan akibat konflik global. Pelaku industri menyebut sistem pembelian bahan bakar juga berubah dari kontrak jangka panjang menjadi pasar spot yang dinilai lebih tidak stabil, sehingga meningkatkan biaya dan risiko.
Kenaikan harga minyak dunia yang mencapai sekitar 90 dolar AS per barel, jauh di atas level sebelum krisis, turut memperburuk tekanan. Di Kepulauan Cook, ketergantungan pada bahan bakar impor disebut mencapai sekitar 90 persen untuk listrik dan 97 persen untuk transportasi, sehingga dampaknya dirasakan di berbagai sektor, dari energi hingga pariwisata.
Pemerintah dan pelaku industri di kawasan kini berupaya meredam dampak ekonomi yang dinilai sulit dihindari, sambil menghadapi ketidakpastian harga dan pasokan energi dalam beberapa bulan ke depan.

