BERITA TERKINI
Konferensi APSMI Bahas Transformasi Digital Tiongkok dari Perspektif Ilmu Sosial dan Humaniora

Konferensi APSMI Bahas Transformasi Digital Tiongkok dari Perspektif Ilmu Sosial dan Humaniora

Transformasi digital yang berlangsung pesat di Tiongkok menjadi perhatian utama dalam forum akademik internasional yang dibuka secara resmi oleh Universitas Gunadarma. Kegiatan bertajuk The 7th APSMI International Conference dengan tema “China and Digital Transformation: A Multidisciplinary Perspective in Social Sciences and Humanities” ini mempertemukan akademisi lintas negara untuk membahas perkembangan teknologi digital di Tiongkok serta dampaknya yang luas terhadap masyarakat.

Konferensi tersebut dirangkai dengan The 4th Congress of the Indonesian Higher Education Mandarin Program Association (APSMI). Ketua Panitia, Dr. Tri Wahyu Retno Ningsih, menyampaikan tingginya antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini. Ia menyebut panitia menerima dan mempresentasikan 165 makalah dari mahasiswa, dosen, dan praktisi.

Menurut Tri, partisipasi dalam konferensi ini meluas, melibatkan lebih dari 19 perguruan tinggi di Indonesia serta sejumlah institusi internasional. Acara ini digelar pada Rabu, pertengahan pekan ini. Ia berharap forum tersebut dapat memperluas pemahaman mengenai perkembangan riset dan teknologi terkini, sekaligus memperkuat jejaring profesional di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua APSMI, Dr. Herman, B.Ed., MTCSOL, menekankan peran asosiasi sebagai jembatan persahabatan antar dosen program studi Mandarin sekaligus wadah pemersatu program studi terkait. Ia menyatakan APSMI berkomitmen mendukung pengembangan program studi, dosen, dan mahasiswa melalui pelaksanaan kegiatan Tridarma perguruan tinggi, serta mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa menuju Indonesia Emas.

Konferensi ini menghadirkan empat pembicara utama (keynote speech), yakni Assoc. Prof. Lai Lindong dari Fujian Normal University (Tiongkok), Dr. Li Li dari Nanyang Technological University (Singapura), Muhammad Aiman Abdul Halim dari Universiti Teknologi MARA (Malaysia), serta Prof. Prihandoko, MIT, Ph.D. dari Universitas Gunadarma (Indonesia).

Kehadiran para pakar tersebut menegaskan konferensi APSMI sebagai ruang pertukaran gagasan global, sekaligus mendorong kajian multidisiplin mengenai dampak revolusi digital dengan Tiongkok sebagai salah satu fokus pembelajaran.