Sejumlah anggota Komisi IV DPR mengapresiasi langkah Pemerintah dan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang dinilai berhasil menjaga pasokan pupuk domestik tetap aman di tengah krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Herry Dermawan, menyebut kondisi pasokan pupuk nasional relatif kuat. Menurutnya, ketahanan bahan baku menjadi faktor penting yang membuat Indonesia mampu menjaga stabilitas harga meski terjadi gangguan pasokan di tingkat global.
Dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat Komisi IV DPR bersama Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, Menteri Kelautan dan Perikanan, Direktur Utama Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, serta PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Herry menyampaikan apresiasi atas kebijakan penurunan harga pupuk. Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa pasokan pupuk nasional tetap aman karena ketersediaan bahan baku.
Herry menambahkan, upaya menjaga pasokan tersebut turut berdampak pada kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen pada 2025.
Pandangan serupa disampaikan Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Gerindra, TA Khalid. Ia mengatakan Indonesia patut bersyukur karena dinamika konflik di Timur Tengah tidak berdampak negatif terhadap pasokan pupuk nasional.
Khalid menilai ketahanan pasokan pupuk dalam negeri tidak terlepas dari fondasi industri pupuk nasional yang sudah dibangun sejak lama. Ia menilai konsistensi pemerintah dalam mengembangkan industri pupuk dari hulu hingga hilir menjadi kunci stabilitas pasokan saat ini.
Sebelumnya, konflik di kawasan Timur Tengah sempat memunculkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pupuk dunia. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak berdampak signifikan bagi Indonesia, seiring kuatnya kapasitas produksi dalam negeri dan ketahanan rantai pasok bahan baku.