BERITA TERKINI
Komisi I DPR Dorong RI Perkuat Diplomasi Usai Perundingan Iran-AS di Pakistan Buntu

Komisi I DPR Dorong RI Perkuat Diplomasi Usai Perundingan Iran-AS di Pakistan Buntu

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendorong pemerintah Indonesia mengambil peran lebih aktif dalam diplomasi internasional untuk membantu mendorong de-eskalasi konflik di Asia Barat. Seruan itu disampaikan menyusul perundingan Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dimediasi dan berlangsung di Pakistan dilaporkan menemui jalan buntu.

Amelia menilai dinamika konflik menunjukkan berbagai upaya perundingan yang dilakukan sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan yang efektif dan berkelanjutan. Ia memandang eskalasi yang terus terjadi memperlihatkan adanya kegagalan membangun konsensus di antara pihak-pihak yang berkonflik.

“Eskalasi ini menunjukkan bahwa upaya diplomasi yang dilakukan belum mampu meredakan konflik secara menyeluruh. Bahkan justru semakin meluas dan berdampak pada kawasan lain,” ujar Amelia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, situasi tersebut tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga memengaruhi stabilitas global, baik dari sisi keamanan maupun perekonomian. “Eskalasi konflik ini sangat merugikan dunia global, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi,” kata politisi Partai NasDem itu.

Karena itu, Amelia mendorong pemerintah memperkuat peran diplomasi internasional, termasuk melalui forum-forum strategis di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mendorong terciptanya de-eskalasi. Ia menekankan perlunya perundingan yang lebih komprehensif agar upaya meredakan konflik memiliki dampak nyata.

Amelia juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara yang konsisten mendorong perdamaian dunia, sehingga dapat berperan sebagai jembatan komunikasi di antara pihak-pihak yang berkonflik. “Indonesia harus mengambil peran aktif. Kita punya posisi yang kuat untuk mendorong perdamaian dan menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memperkuat soliditas komunitas internasional agar langkah diplomasi tidak berjalan parsial, melainkan terkoordinasi. “Diplomasi tidak boleh setengah-setengah. Harus ada komitmen bersama dari komunitas internasional untuk menghentikan eskalasi ini,” tegasnya.

Amelia mengingatkan kebuntuan diplomasi Iran-AS tidak semestinya berujung pada pembiaran konflik berkepanjangan karena berpotensi memperbesar dampak kemanusiaan. Ia menyatakan Komisi I DPR RI akan terus mendorong pemerintah aktif dalam berbagai inisiatif diplomasi global, sekaligus memastikan kepentingan nasional dan kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia tetap terjaga.

“Kita ingin Indonesia hadir sebagai bagian dari solusi, bukan hanya sebagai pengamat,” pungkasnya.