Ketegangan global meningkat seiring memanasnya konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Di tengah situasi tersebut, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kekuatan nuklir negaranya.
Pernyataan itu disampaikan Kim dalam pidatonya di Majelis Rakyat Tertinggi pada Senin (23/3). Ia menilai dinamika konflik global saat ini menunjukkan bahwa kekuatan militer, khususnya nuklir, menjadi jaminan utama bagi kelangsungan sebuah negara.
Menurut Kim, agresi yang terjadi dalam konflik Iran dengan AS dan Israel menggambarkan realitas dunia yang keras, di mana kedaulatan negara dapat dengan mudah dilanggar oleh kekuatan besar. Ia menegaskan kondisi tersebut menjadi pelajaran bagi Pyongyang untuk tidak melemahkan pertahanan.
Kim juga menolak gagasan perlucutan senjata nuklir, meskipun ditukar dengan insentif ekonomi maupun jaminan keamanan dari pihak luar. Ia menyatakan tidak ada kompromi dalam menjaga martabat dan kedaulatan negara.
“Kekuatan nuklir adalah jaminan sejati bagi keberadaan dan perdamaian negara,” kata Kim.
Di tengah meningkatnya serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, Korea Utara menyatakan akan terus memperkuat kapasitas militernya. Kim menilai, hanya dengan kekuatan tersebut negaranya dapat menjaga keamanan jangka panjang dan mempertahankan kedaulatan di tengah ketidakpastian global.

