BERITA TERKINI
Ketua PW NWDI DKI Jakarta Dampingi Ketua LPOI Bertemu Dubes Iran Bahas Diplomasi dan Situasi Selat Hormuz

Ketua PW NWDI DKI Jakarta Dampingi Ketua LPOI Bertemu Dubes Iran Bahas Diplomasi dan Situasi Selat Hormuz

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) DKI Jakarta, Dr. H. Muslihan Habib, MA, mendampingi Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), KH Said Aqil Siroj, dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan akrab. Agenda tersebut disebut sebagai bagian dari silaturahmi antartokoh sekaligus upaya memperkuat diplomasi serta ukhuwah internasional di tengah dinamika geopolitik global.

Dalam pertemuan itu, KH Said Aqil Siroj menekankan pentingnya solidaritas umat Islam dan kerja sama antarbangsa untuk menghadapi berbagai tantangan global. Ia juga menegaskan dialog dan pendekatan diplomasi sebagai langkah utama dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian dunia.

Para pihak turut membahas situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk kondisi Selat Hormuz yang dinilai masih sensitif akibat ketegangan regional. Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyampaikan bahwa kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut harus melalui sejumlah protokol keamanan dan proses negosiasi dengan otoritas terkait, mengingat kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

Menurut Boroujerdi, situasi di Teluk Persia dan Selat Hormuz masih berada dalam kondisi tidak biasa, sehingga diperlukan koordinasi dan komunikasi intensif agar kapal-kapal dapat melintas dengan aman.

Sementara itu, Dr. H. Muslihan Habib menyatakan NWDI mendukung berbagai upaya diplomasi untuk menjaga stabilitas global serta memperkuat hubungan antarnegara berbasis nilai kemanusiaan dan persaudaraan.

Boroujerdi juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Ia berharap hubungan Indonesia dan Iran dapat terus ditingkatkan, khususnya di bidang pendidikan, kemanusiaan, serta kerja sama antarlembaga keagamaan.

Pertemuan tersebut dipandang menjadi momentum untuk mempererat hubungan organisasi Islam Indonesia dengan komunitas internasional, sekaligus menegaskan peran masyarakat sipil dalam mendorong perdamaian dunia dan memperkuat komunikasi lintas organisasi.