Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin menilai sepak bola tidak hanya berfungsi sebagai olahraga, tetapi juga instrumen strategis dalam diplomasi global. Pernyataan itu disampaikan Sultan dalam keterangannya pada Kamis (26/3/2026).
Menurut Sultan, sepak bola dapat menjadi salah satu bentuk diplomasi tertinggi sebuah negara. Ia menyebut respek dan kehormatan suatu bangsa bisa muncul melalui sepak bola.
“Sepak bola mencerminkan nilai-nilai fundamental seperti kompetisi sehat, kerja sama tim, dan kolaborasi lintas batas,” ujarnya.
Dalam konteks penguatan sepak bola nasional, Sultan menekankan pentingnya membangun ekosistem dari akar rumput. Ia mendorong pembentukan sistem kompetisi berjenjang yang dimulai dari tingkat desa hingga nasional.
Ia juga berharap ke depan semakin banyak liga kampung yang terstruktur sebagai wadah pencarian bakat unggul. “Tidak ada pemenang tanpa kompetisi yang kuat. Kita harus membangun fondasi dari bawah, dari desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi agar muncul talenta terbaik bangsa,” tegasnya.
Sebelumnya, Sultan secara resmi melepas tim pelajar U-17 yang tergabung dalam Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) untuk mengikuti turnamen internasional Mikasa Cup dan Volt Eleven International 2026 di Bangkok, Thailand.

