BERITA TERKINI
Ketua DPD RI Dukung WFH sebagai Langkah Efisiensi BBM Antisipasi Dampak Krisis Global

Ketua DPD RI Dukung WFH sebagai Langkah Efisiensi BBM Antisipasi Dampak Krisis Global

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk memberlakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah antisipasi menghadapi perkembangan situasi global. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya efisiensi bahan bakar minyak (BBM) di tengah potensi krisis.

Sultan menilai langkah antisipatif diperlukan agar mitigasi bisa dilakukan sejak dini sebelum kondisi memburuk. Ia mengatakan situasi global belakangan dinilai dapat berubah dengan cepat dan berpotensi tidak terkendali.

"Kita juga tentu berpandangan yang sama ya, bahwa situasi global akhir-akhir ini kan setiap saat bisa tidak terkendali. Lebih bagus kita mitigasi dari awal, lebih bagus kita persiapkan dari awal antisipasinya sebelum kejadian," ujar Sultan di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Ia meyakini penerapan WFH maupun skema kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) dapat membantu menekan konsumsi BBM karena berkurangnya mobilitas harian pekerja.

"Nah, langkah-langkah efisiensi, termasuk tadi disampaikan Presiden sudah mengumumkan bisa jadi nanti WFH atau WFA, Work From Anywhere, itu bisa dilakukan. Ya pasti memang mereduksi atau bisa mengurangi lah ya penggunaan BBM," kata Sultan.

Ia menambahkan, jika aktivitas bepergian setiap hari dapat dikurangi, maka penggunaan BBM juga berpotensi turun. "Bayangkan kalau setiap hari harus keluar, harus bepergian, harus muter-muter. Itu salah satu langkah yang tentu pemerintah sudah pikirkan itu," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri Kabinet Merah Putih mengkaji sejumlah langkah efisiensi BBM apabila terjadi krisis. Di antara opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan WFH dan pengurangan hari kerja.

Prabowo menyebut perkembangan situasi di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga energi dunia, termasuk BBM, dan pada akhirnya dapat berdampak pada harga pangan.

“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Hal ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan mempengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” ujar Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).