Dunia tengah menghadapi ironi: kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang kerap dipandang sebagai penanda peningkatan kesejahteraan justru berjalan beriringan dengan melebarinya jurang ketimpangan.
Dalam situasi ini, kekayaan dan kekuasaan disebut semakin terkonsentrasi pada segelintir elit. Sementara itu, mayoritas masyarakat digambarkan masih harus berjuang untuk mengejar akses dan kesempatan.
Gambaran tersebut menegaskan bahwa perkembangan yang terjadi tidak otomatis menghasilkan distribusi manfaat yang merata. Ketika akses dan peluang tidak terbagi secara seimbang, kemajuan yang dicapai berpotensi memperdalam kesenjangan yang sudah ada.

