BERITA TERKINI
Ketegangan di Sekitar Iran Meningkat, PBB Minta AS dan Iran Kedepankan Diplomasi

Ketegangan di Sekitar Iran Meningkat, PBB Minta AS dan Iran Kedepankan Diplomasi

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya di sekitar Iran, di tengah naiknya aktivitas militer dan retorika keras antara Amerika Serikat dan Iran. Kekhawatiran itu disampaikan Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dalam pengarahan harian di Markas Besar PBB pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat.

PBB menilai eskalasi yang terjadi berpotensi memicu instabilitas yang lebih luas apabila tidak segera diredam. Dujarric menyoroti latihan militer yang intensif, pergerakan pasukan, serta penambahan armada angkatan laut di kawasan sebagai sinyal serius meningkatnya tensi. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan bahasa konfrontatif antarpihak dapat memperkeruh situasi dan mempersempit ruang dialog damai.

Dalam pernyataannya, PBB menekankan bahwa lonjakan aktivitas militer di wilayah strategis sekitar Iran membawa risiko tinggi, mengingat keterlibatan negara-negara dengan kekuatan militer besar dan kepentingan geopolitik yang kompleks. PBB memperingatkan bahwa kesalahan perhitungan sekecil apa pun dapat berujung pada konflik terbuka yang sulit dikendalikan.

Dujarric menyampaikan bahwa ketegangan militer seharusnya tidak dibalas dengan ancaman, melainkan dijawab melalui komunikasi yang konstruktif. Menurutnya, stabilitas kawasan hanya dapat dijaga apabila seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog.

Menanggapi surat resmi yang dikirimkan misi tetap Iran di PBB, Dujarric kembali menegaskan sikap PBB yang mendorong Amerika Serikat dan Iran untuk tetap berada di jalur diplomasi. Ia menilai komunikasi terbuka menjadi kunci untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat.

“Kami mendorong Amerika Serikat dan Republik Islam Iran untuk tetap mengedepankan diplomasi dan dialog dalam menyelesaikan perbedaan,” ujar Dujarric di hadapan awak media.

Atas permintaan Iran, surat tersebut telah diedarkan secara resmi kepada Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Langkah itu menunjukkan Teheran ingin isu ini menjadi perhatian negara-negara anggota, tidak hanya dibahas secara bilateral.

Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden Dewan Keamanan. Dalam surat itu, Iran menyampaikan kekhawatiran terkait ancaman militer yang dinilai mengancam kedaulatan nasionalnya.

Iravani menyatakan Iran tidak akan tinggal diam apabila menghadapi agresi. Ia menyebut Teheran siap merespons setiap serangan secara tegas dan proporsional, dengan merujuk pada hak membela diri yang dijamin dalam Piagam PBB. Iran juga mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil langkah konkret sebelum situasi berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

“Kami mendesak Sekretaris Jenderal dan Dewan Keamanan PBB untuk bertindak tanpa penundaan, sebelum situasi menjadi tidak terkendali,” tulis Iravani.

Di tengah situasi tersebut, PBB kembali menekankan pentingnya menahan diri dan memprioritaskan diplomasi untuk mencegah konflik berskala lebih luas. Dengan meningkatnya aktivitas militer dan pernyataan keras dari berbagai pihak, PBB menilai dialog terbuka menjadi jalur yang diperlukan untuk menjaga stabilitas kawasan.