BERITA TERKINI
Kemlu Sebarkan Informasi BBTF 2026 ke 132 Perwakilan RI di Dunia untuk Dukung Diplomasi Pariwisata

Kemlu Sebarkan Informasi BBTF 2026 ke 132 Perwakilan RI di Dunia untuk Dukung Diplomasi Pariwisata

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan informasi mengenai Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 tahun 2026 akan disebarluaskan melalui 132 perwakilan Indonesia di berbagai negara. Langkah ini ditujukan untuk menarik minat buyer internasional sekaligus memperkuat posisi pariwisata Indonesia di tingkat global.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Heru Hartanto Subolo, menyatakan dukungan Kemlu terhadap penyelenggaraan BBTF 2026. Ia menegaskan promosi kegiatan tersebut telah dilakukan sejak awal oleh perwakilan Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari upaya diplomasi untuk memperkenalkan potensi pariwisata nasional.

Kemlu memandang pariwisata sebagai elemen penting dalam diplomasi. Menurut Heru, sektor ini berperan strategis dalam membangun citra positif Indonesia, meningkatkan kepercayaan global, serta memperkuat citra nasional melalui pengalaman wisatawan yang berkunjung.

Dalam tahap awal, perwakilan Indonesia di 132 negara disebut akan menjembatani informasi BBTF 2026 dengan pemerintah setempat, kementerian/lembaga, maupun asosiasi pariwisata. Upaya tersebut diklaim mulai menunjukkan hasil melalui pendaftaran buyer dari sejumlah negara.

Beberapa perwakilan yang telah mendaftarkan buyer antara lain KBRI Yangon dengan empat buyer, KBRI Karachi tiga buyer, dan KJRI Ho Chi Minh City delapan buyer. KBRI Wina dan KBRI Manila masing-masing mendaftarkan satu buyer, sementara KBRI Nairobi menarik sepuluh buyer. Total 27 buyer telah terdaftar untuk hadir pada BBTF 2026 yang direncanakan berlangsung pada Mei.

Heru menyampaikan Kemlu akan terus mendorong pembaruan informasi terkait BBTF 2026 agar gaungnya tetap terjaga dan menjangkau pihak-pihak relevan guna mendatangkan lebih banyak buyer.

Selain promosi, Kemlu juga menyiapkan peran dalam manajemen krisis apabila muncul isu keamanan, bencana, atau krisis lain selama BBTF 2026 berlangsung. Dengan target kehadiran dari 47 negara, Kemlu menyatakan akan berada di garis depan dalam merespons isu negatif dan disinformasi untuk menjaga citra Indonesia.

Dalam dukungan lainnya, Kemlu menyebut akan membantu memastikan konektivitas dan akses buyer dari berbagai negara agar lebih mudah masuk ke Indonesia. Heru menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional untuk mencegah hambatan bagi buyer potensial, termasuk melalui pembangunan konektivitas udara.

Rangkaian langkah tersebut mencerminkan pendekatan Kemlu dalam mendukung agenda pariwisata, mulai dari promosi, pengelolaan reputasi, hingga fasilitasi akses, demi menyukseskan BBTF 2026 dan mendorong pariwisata nasional.