Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan prinsip politik luar negeri bebas-aktif menjadi landasan utama Indonesia dalam memperkuat kerja sama dengan berbagai negara di tengah dinamika geopolitik global. Penegasan itu disampaikan menyusul rangkaian mobilitas diplomatik tingkat tinggi, yakni kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis, yang berlangsung bersamaan dengan kunjungan kerja Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Amerika Serikat.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan intensitas kunjungan ke negara-negara berkekuatan besar menunjukkan konsistensi Indonesia dalam membuka ruang komunikasi dengan seluruh mitra strategis. Menurutnya, perjalanan Presiden merupakan bagian dari diplomasi untuk menegaskan bahwa Indonesia tetap membuka dialog dengan semua pihak.
Yvonne juga menyatakan hasil kunjungan yang menghasilkan kesepakatan konkret menjadi indikator bahwa posisi Indonesia dapat diterima dengan baik oleh komunitas internasional. Ia menekankan pendekatan diplomasi yang berjalan paralel tersebut tidak semestinya dipandang sebagai sikap tanpa pendirian atau upaya “bermain di dua kaki”.
Sebelumnya, dalam pertemuan bilateral di Rusia pada Senin (13/4/2026), Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat meningkatkan kerja sama di sejumlah sektor, meliputi ekonomi, antariksa, pertanian, industri, dan farmasi. Pada sektor energi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut melakukan negosiasi terkait pembelian minyak mentah dan LPG dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Markas Pentagon, Washington. Pertemuan itu disebut bertujuan menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.