Jakarta — Kementerian Kebudayaan menegaskan film memiliki peran strategis yang melampaui fungsi industri. Di tengah lanskap media yang kian dinamis, film dipandang sebagai medium ekspresi budaya sekaligus instrumen diplomasi nasional.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Judi Wahjudin, dalam diskusi daring bertajuk Rancangan Undang-Undang (RUU) Perfilman “Mencari Bentuk Kelembagaan Perfilman Indonesia” yang digelar Badan Perfilman Indonesia (BPI) pada Senin.
Menurut Judi, film menjadi bagian penting dalam pemajuan kebudayaan dan sarana membangun identitas bangsa. Ia menekankan bahwa film tidak hanya dipahami sebagai produk industri, tetapi juga memiliki posisi penting bagi pemajuan kebudayaan dan kebangsaan Indonesia.
Judi menjelaskan perkembangan perfilman Indonesia tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah yang panjang, mulai dari masa kolonial hingga era digital. Pada awal abad ke-20, film di Indonesia masih didominasi produksi impor dan dokumentasi kolonial. Produksi film lokal mulai tumbuh pada 1920-an, lalu berlanjut pada masa kemerdekaan dengan munculnya karya-karya sineas nasional.
Memasuki periode berikutnya, perfilman Indonesia terus berubah seiring dinamika kebijakan dan perkembangan industri. Perubahan itu antara lain ditandai pembentukan berbagai lembaga perfilman serta penyelenggaraan festival film sebagai ruang apresiasi dan distribusi karya.
Ia menilai perubahan paling signifikan terjadi pada era digital, terutama sejak hadirnya platform streaming yang mengubah pola distribusi dan konsumsi film secara luas. “Pada era digital muncul platform streaming sejak 2016 yang mengubah lanskap distribusi film secara radikal,” kata Judi.
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan film memiliki dimensi kompleks yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan budaya, sehingga membutuhkan pendekatan kebijakan yang adaptif. Selain itu, film juga dinilai berpotensi menjadi sarana diplomasi budaya untuk memperkenalkan nilai, identitas, dan keberagaman Indonesia ke tingkat global.