Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mengapresiasi kehadiran Next Step Studio Indonesia, sebuah program kolaborasi sinema global yang digelar di Jakarta. Program ini menjadi bagian dari ekosistem internasional The Factory yang sejak 2013 mendukung lahirnya sineas baru di dunia.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, menyoroti dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan program tersebut. Ia menyebut keterlibatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar Prancis, serta Institut Français Indonesia sebagai wujud kolaborasi yang kuat.
Irini menyampaikan bahwa melalui Next Step Studio Indonesia, empat sutradara muda Indonesia terlibat dalam proyek lintas negara. Ia menyebut nama Reza Rahadian, Khozy Rizal, dan Reza Fahriyansyah sebagai bagian dari kolaborasi dengan sineas internasional. Pernyataan itu disampaikan Irini di Institut Français Indonesia, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Kolaborasi lintas negara tersebut menghasilkan film pendek yang dijadwalkan tayang perdana dalam ajang Critics Week 2026. Menurut Irini, program ini membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk masuk ke jaringan industri film global.
Irini menegaskan inisiatif ini tidak hanya berfokus pada produksi karya film, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis. Ia menyebut langkah ini sejalan dengan semangat Deklarasi Borobudur yang mendorong kerja sama budaya lintas negara.
Ia juga menyatakan pemerintah berkomitmen mendukung program yang memberi ruang bagi generasi baru sineas Indonesia. Menurutnya, Next Step Studio Indonesia menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian dari ekosistem sinema global yang dinamis, kreatif, dan berpengaruh.
Ketua Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni, turut menilai kehadiran karya Indonesia di panggung internasional memiliki makna penting. Ia menyebut hal itu bukan sekadar representasi, melainkan bukti bahwa karya anak bangsa mampu menembus batas geografis dan berbicara dalam bahasa sinema yang universal.
Fauzan juga menilai Cannes bukan hanya festival film, melainkan ruang strategis yang mempertemukan karya terbaik dengan peluang pasar terbesar di dunia. Menurutnya, kehadiran sinema Indonesia di ajang tersebut dapat membuka ruang dialog yang lebih luas, tidak hanya melalui pemutaran film, tetapi juga peluang kolaborasi jangka panjang.