BERITA TERKINI
Kemenpar Wanti-wanti Dampak Perang AS–Israel–Iran, Pariwisata RI Berisiko Rugi Rp184,8 Miliar per Hari

Kemenpar Wanti-wanti Dampak Perang AS–Israel–Iran, Pariwisata RI Berisiko Rugi Rp184,8 Miliar per Hari

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperingatkan eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran berpotensi menempatkan sektor pariwisata Indonesia dalam situasi krisis. Ketegangan tersebut diproyeksikan memicu penurunan kunjungan wisatawan mancanegara dan menekan penerimaan devisa.

Dalam proyeksi yang disampaikan, Indonesia diperkirakan kehilangan 5.500 wisatawan mancanegara dengan potensi kerugian devisa mencapai Rp184,8 miliar per hari. Tekanan juga datang dari gangguan pada sembilan rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai yang berdampak pada lebih dari 47 ribu penumpang, serta lonjakan harga avtur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong percepatan langkah mitigasi dan penguatan sektor pariwisata. Hal itu ia sampaikan saat hadir secara daring dalam Webinar Nasional bertema Tourism Under Fire: Dampak Eskalasi Konflik Global terhadap Pariwisata yang diselenggarakan Ikatan Alumni NHI Bandung pada Senin (16/03/2026).

Menurut Airlangga, Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk memitigasi potensi kerugian akibat krisis global sekaligus membangun fondasi pariwisata dan destinasi yang kompetitif, tangguh, dan berdaya saing di tingkat internasional.

Dalam pemaparannya, Airlangga menyinggung perluasan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) sebagai salah satu langkah agar pariwisata Indonesia tidak tertinggal dari negara lain. Ia merujuk kajian World Travel and Tourism Council yang menyebut implementasi BVK kepada 169 negara sejak 2015 mampu mendorong pertumbuhan wisatawan hingga 15% per tahun dan menciptakan 400.000 lapangan kerja baru di sektor pariwisata. Kementerian Pariwisata juga telah mengidentifikasi 20 negara potensial sebagai respons cepat terhadap situasi saat ini.

Selain pasar mancanegara, Airlangga menekankan pentingnya memperkuat pasar domestik dan memanfaatkan momentum libur Lebaran sebagai jaring pengaman utama. Strategi yang didorong antara lain mengadopsi konsep micro-tourism, yakni destinasi dalam radius perjalanan darat yang dikemas untuk menghadirkan pengalaman lebih mendalam. Pemerintah juga disebut telah memberikan stimulus diskon transportasi pada periode Lebaran 2026 serta kebijakan Work From Anywhere guna menunjang pergerakan wisatawan ke berbagai daerah.

Langkah lain yang disoroti meliputi negosiasi pembukaan rute internasional baru, penguatan branding Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil, serta promosi destinasi bagi digital nomad. Airlangga menyebut wilayah seperti Jakarta, Kepulauan Riau, atau KEK Kura-Kura Bali memiliki potensi untuk ditawarkan sebagai ekosistem kerja yang aman dan berteknologi tinggi.

Ia juga menilai gejolak nilai tukar dapat menjadi peluang untuk menarik wisatawan karena memberi nilai lebih bagi pengunjung saat menukar mata uang. Karena itu, ia mendorong pemasaran yang menonjolkan Indonesia sebagai destinasi high end dengan harga yang terjangkau.

Airlangga menutup dengan menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi untuk memperkuat ketahanan ekosistem pariwisata dalam menghadapi dinamika global. Ia berharap forum tersebut menghasilkan gagasan strategis yang berdampak bagi sektor pariwisata nasional agar tetap tangguh, resilien, dan adaptif menghadapi gejolak geopolitik.