BERITA TERKINI
Kemenpar Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah dengan Alih Fokus Pasar dan Perkuat Wisata Domestik

Kemenpar Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah dengan Alih Fokus Pasar dan Perkuat Wisata Domestik

Krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai memengaruhi sektor pariwisata global, termasuk Indonesia. Merespons situasi tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas kunjungan wisatawan mancanegara.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenpar, Vinsensius Jemadu, mengatakan pihaknya melakukan penyesuaian strategi pasar dengan mempertimbangkan potensi penurunan wisatawan dari Timur Tengah dan sebagian Eropa.

Menurut Vinsensius, penurunan tersebut berkaitan dengan keterbatasan akses transportasi udara. Sejumlah maskapai besar dari kawasan Timur Tengah dilaporkan menghentikan atau mengurangi frekuensi penerbangan, sehingga berdampak pada mobilitas wisatawan.

Untuk mengimbangi kondisi itu, Kemenpar mengalihkan fokus ke pasar alternatif yang dinilai lebih stabil. Pemerintah, kata Vinsensius, mulai mengoptimalkan peluang dari kawasan Asia dan Australia sebagai sumber wisatawan potensial.

Di sisi lain, Kemenpar juga memperkuat sektor pariwisata domestik dengan menyiapkan berbagai agenda untuk mendorong pergerakan wisatawan nusantara ke berbagai daerah. Dari ribuan usulan kegiatan yang masuk, Kemenpar telah mengkurasi sekitar 125 event unggulan, dengan mayoritas mengangkat tema budaya lokal.

Vinsensius menyebut sekitar 90 persen event yang disiapkan berbasis budaya, yang dinilai menjadi daya tarik utama sekaligus pembeda pariwisata Indonesia. Ia menegaskan wisatawan domestik tetap menjadi tulang punggung industri pariwisata nasional, sehingga pemerintah optimistis potensi penurunan kunjungan akibat konflik global dapat diimbangi.

Melalui diversifikasi pasar wisatawan dan penguatan wisata dalam negeri, Kemenpar berharap sektor pariwisata Indonesia tetap tangguh di tengah dinamika global yang tidak menentu.