BERITA TERKINI
KBRI Tokyo Dorong PCINU Jepang Perluas Kolaborasi Diaspora untuk Perkuat Diplomasi Sosial

KBRI Tokyo Dorong PCINU Jepang Perluas Kolaborasi Diaspora untuk Perkuat Diplomasi Sosial

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mendorong Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang memperluas kolaborasi dengan komunitas warga negara Indonesia (WNI) lintas organisasi. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat promosi budaya Indonesia di Jepang melalui sinergi diaspora.

Koordinator Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, menekankan pentingnya kerja sama antarkomunitas diaspora. Menurut dia, organisasi keagamaan dapat berperan dalam mendukung diplomasi sosial Indonesia.

“Saya berharap PCINU meningkatkan silaturahmi bersama komunitas WNI lain di Jepang. Langkah itu penting untuk mempromosikan Indonesia di Jepang,” kata Al Aula dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Selain memperkuat kolaborasi di kalangan diaspora, KBRI Tokyo juga meminta PCINU membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat Jepang secara langsung. Pendekatan sosial dinilai efektif untuk membangun citra positif Muslim Indonesia di luar negeri.

“Muslim Indonesia harus ramah, siap menolong, dan taat hukum Jepang. Sikap itu penting menjaga kepercayaan masyarakat Jepang,” ujarnya.

Ketua Tanfidziyah PCINU Jepang, Achmad Gazali, menyampaikan bahwa tantangan organisasi semakin besar seiring meningkatnya jumlah WNI Muslim di Jepang dari tahun ke tahun. Ia menilai pertumbuhan diaspora tersebut membutuhkan pelayanan organisasi yang lebih kuat dan mandiri.

Menurut Gazali, PCINU juga diharapkan dapat membantu penguatan jejaring KBRI Tokyo dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka.

Sementara itu, Rais Syuriah PCINU Jepang, Agus Sulipan, menyebut kepengurusan baru membawa amanah besar. Ia menekankan pentingnya menjaga komitmen pelayanan kepada umat dan masyarakat.

Ketua PBNU Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK), Muhammad Faesal, menilai kepengurusan baru juga menghadapi tantangan dakwah global. Ia meminta organisasi menyebarkan nilai Islam moderat di Jepang.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan organisatoris. Tanggung jawab keumatan harus dijalankan penuh keikhlasan,” kata Faesal.

Secara keseluruhan, penguatan jejaring diaspora dinilai menjadi kebutuhan strategis bagi Indonesia di Jepang. Peran komunitas WNI dipandang semakin penting untuk mendukung diplomasi sosial dan budaya nasional.