BERITA TERKINI
KBRI Tehran: WNI di Iran Dilaporkan Aman Usai Serangan AS-Israel, Indonesia Dorong Diplomasi

KBRI Tehran: WNI di Iran Dilaporkan Aman Usai Serangan AS-Israel, Indonesia Dorong Diplomasi

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran melaporkan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di berbagai wilayah Iran dalam kondisi aman pascaserangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, mengatakan KBRI terus menjalin komunikasi intensif dengan simpul-simpul WNI di Iran untuk memastikan kondisi mereka. Ia menyebut sekitar pukul 14.30 waktu setempat, seluruh simpul WNI yang dihubungi di berbagai kota menyampaikan tidak mengalami atau merasakan ancaman langsung. Pernyataan itu disampaikan Rolliansyah di Jakarta.

Secara resmi, terdapat sekitar 329 WNI yang telah melakukan lapor diri di Iran. KBRI Tehran saat ini memfokuskan upaya pada komunikasi berkelanjutan guna melakukan penilaian yang tepat terkait kebutuhan bantuan dan perlindungan bagi WNI. Rolliansyah menambahkan, penilaian keamanan di Iran akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri RI.

KBRI juga mengimbau seluruh WNI di Iran untuk mengambil langkah-langkah pengamanan bagi diri dan keluarga, tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan otoritas setempat. Dalam situasi darurat, WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Tehran di nomor +98 9914668845 atau +98 902 466 8889.

Serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran terjadi pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer berskala besar itu diluncurkan untuk melindungi rakyat AS dengan meniadakan ancaman atas dugaan pengembangan senjata nuklir Iran. Serangan tersebut disebut sebagai yang kedua setelah serangan pertama pada Juni 2025.

Menanggapi eskalasi tersebut, Kementerian Luar Negeri RI mengeluarkan pernyataan resmi yang menyerukan seluruh pihak menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi. Indonesia juga menyatakan keprihatinan mendalam atas kegagalan negosiasi antara AS dan Iran yang berujung pada peningkatan eskalasi militer.

Dalam pernyataan yang sama, Pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya memfasilitasi dialog guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Kementerian Luar Negeri RI menyebut, apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersedia bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi.