JAKARTA — Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Daerah Khusus Jakarta (KAUMY DK Jakarta) menyerukan pentingnya upaya perdamaian untuk meredakan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Menurut organisasi alumni tersebut, ketegangan yang terus berlangsung tidak hanya berpotensi memicu krisis kemanusiaan, tetapi juga dapat berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk perekonomian Indonesia.
Ketua KAUMY DK Jakarta, Wahyu Sandya Yudha Pangestu, menyampaikan bahwa konflik yang melibatkan sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk ketegangan yang berkaitan dengan Iran serta konflik berkepanjangan di Palestina, berpotensi memengaruhi sektor-sektor strategis dunia.
Ia menilai instabilitas di kawasan tersebut dapat berpengaruh terhadap jalur perdagangan internasional, harga energi, dan stabilitas pasar global. Dampak lanjutan dari kondisi itu, kata dia, pada akhirnya juga bisa dirasakan oleh Indonesia.
“Perdamaian harus selalu menjadi pilihan utama. Upaya meredakan konflik melalui dialog dan pendekatan kemanusiaan menjadi langkah penting untuk mencegah penderitaan yang lebih besar bagi masyarakat sipil,” ujar Sandya dalam keterangan pers yang diterima Humas UMY pada Rabu (11/3).
Sandya menambahkan, konflik bersenjata tidak hanya memperluas krisis kemanusiaan, tetapi juga berpotensi memicu ketidakpastian ekonomi global yang berdampak luas bagi banyak negara.
Seruan perdamaian itu juga disampaikan dalam rangkaian kegiatan silaturahmi alumni UMY di Jakarta pada Ahad (8/3). Kegiatan tersebut turut diisi doa bersama untuk perdamaian di Palestina dan Iran serta santunan bagi anak yatim.
KAUMY DK Jakarta berharap komunitas internasional terus mendorong dialog dan penyelesaian konflik secara damai demi menjaga stabilitas kawasan dan dunia.

