BERITA TERKINI
Kapten Kapal Tanker Asal Gowa Disandera Perompak di Perairan Somalia, DPR Siapkan Jalur Diplomasi

Kapten Kapal Tanker Asal Gowa Disandera Perompak di Perairan Somalia, DPR Siapkan Jalur Diplomasi

MAKASSAR — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal, merespons kasus penyanderaan kapten pelaut asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, oleh perompak di perairan Somalia. DPR menyatakan akan menempuh berbagai langkah, termasuk jalur diplomasi dan pendekatan non-negara, untuk membebaskan para sandera.

Syamsu Rizal mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait penanganan kasus tersebut. Ia menyebut telah memantau perkembangan dan berkomunikasi dengan Direktur Perlindungan WNI serta menteri terkait.

Menurut Syamsu Rizal, upaya pembebasan akan dilakukan secara komprehensif. “Intinya semua cara akan kita tempuh, secara diplomasi. Kita juga InsyaAllah akan melakukan pendekatan non state etcher, intinya komprehensif pendekatan kita,” ujarnya saat ditemui di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jalan Andi Jemma, Makassar, Minggu (3/5/2026).

Ia berharap seluruh kru kapal yang disandera dapat segera dibebaskan. Dalam peristiwa ini, disebutkan terdapat 17 orang kru, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI). Syamsu Rizal juga menyampaikan adanya informasi bahwa para korban masih dalam kondisi sehat.

Kasus penyanderaan ini menimpa kapal tanker Honour 25 yang dinakhodai Ashari Samadikun (33), pelaut asal Gowa. Kapal tersebut dilaporkan berlayar dari Oman menuju Somalia sebelum akhirnya dibajak perompak pada 21 April 2026.

Dalam kesaksiannya melalui rekaman video call, Ashari menceritakan kapal sempat dipantau sebuah perahu sebelum serangan terjadi beberapa jam kemudian. “Saat itu sekitar jam 10 malam, ada satu boat dari belakang, jaraknya sekitar tiga mil, hanya mengamati kami,” katanya.

Situasi kemudian berubah pada dini hari ketika lebih banyak perahu mendekat dan para pelaku membawa senjata. “Pas jam 2, ada tiga boat. Dua di kanan, satu di kiri. Saya fokus ke kanan karena jumlahnya lebih banyak,” ujarnya.