Jakarta — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya soliditas dan sinergi antara TNI dan Polri, terutama untuk menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menjaga stabilitas keamanan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Jenderal Sigit dalam momentum buka puasa bersama yang digelar pada Rabu (11/3/26). Menurutnya, Ramadan menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kerja sama kedua institusi dalam menghadapi persoalan bangsa.
“Harapan kami momentum ini semakin mempererat tali silaturahmi dan sinergitas kita dalam menghadapi berbagai macam persoalan dan tantangan bangsa yang membutuhkan soliditas dan kekompakan,” kata Jenderal Sigit.
Dalam kesempatan itu, mantan Kabareskrim Polri tersebut juga menyoroti dinamika geopolitik global yang dinilainya tidak stabil. Ia menyinggung konflik yang terjadi di Timur Tengah yang berdampak pada meningkatnya ketegangan internasional.
Kapolri menyebut konflik di sejumlah negara telah menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar serta memicu eskalasi militer di kawasan tersebut. Menurutnya, situasi itu dapat berdampak luas terhadap kondisi global.
“Apapun perang tentunya menimbulkan efek yang sangat luar biasa karena menyentuh masyarakat sipil dan instalasi sipil sehingga memunculkan krisis kemanusiaan, krisis ekonomi hingga krisis sosial,” ujarnya.
Jenderal Sigit menambahkan, ketegangan geopolitik juga berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk harga minyak dunia. Ia menilai lonjakan harga minyak dapat berdampak pada kemampuan fiskal negara dan berpotensi memicu inflasi apabila tidak dapat dikendalikan.
Menurut Kapolri, stabilitas global dan upaya diplomasi internasional penting untuk meredam konflik agar tidak meluas dan memengaruhi perekonomian dunia.
Di tengah dinamika tersebut, ia menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian nasional sebagaimana ditekankan Presiden Prabowo Subianto. Kapolri menyampaikan pemerintah mendorong sejumlah program strategis nasional, terutama di sektor ketahanan pangan dan ketahanan energi, agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri.
“Beberapa waktu yang lalu beliau terus mendorong berbagai macam program, utamanya menghadapi situasi yang ada bagaimana agar Indonesia betul-betul bisa berdiri di bawah kaki sendiri. Salah satunya adalah beliau mendorong masalah ketahanan pangan dan ketahanan energi,” kata Jenderal Sigit.

