Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel dan Palestina, serta perkembangan terbaru yang disebutnya mengarah pada konfrontasi Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Menurut Kapolri, eskalasi konflik global berpotensi memicu krisis kemanusiaan, ekonomi, hingga sosial.
Pernyataan itu disampaikan Listyo dalam acara Buka Bersama TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Rabu (11/3/2026). Ia mengatakan konstelasi global saat ini diwarnai berbagai invasi maupun agresi, terutama di kawasan Teluk.
Listyo juga menyinggung situasi yang disebutnya berkembang menjadi konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ia menyampaikan bahwa dalam perkembangan tersebut, pimpinan tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei meninggal dunia, bersama beberapa pejabat utama dan keluarga besar.
Kapolri mengaku prihatin karena perang, menurutnya, dapat menimbulkan rangkaian dampak yang luas. Ia menyebut konflik berpotensi memunculkan permasalahan kemanusiaan, krisis ekonomi, serta mengarah pada krisis sosial.
Selain itu, Listyo menyinggung pernyataan pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang menyatakan negaranya tidak akan menyerah melawan Israel dan Amerika Serikat. Kapolri menilai sikap tersebut dapat membuat situasi semakin memanas.
Di sisi ekonomi, Kapolri menyoroti kenaikan harga minyak dunia. Ia menyebut harga minyak per barel meningkat dari 77 dolar AS menjadi 110 dolar AS. Listyo mengingatkan, apabila konflik terus berlanjut tanpa kendali, harga minyak berpotensi naik lebih tinggi.
Menurutnya, pemerintah berupaya merespons situasi tersebut agar konflik dapat segera diakhiri. Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mengajak TNI-Polri dan masyarakat untuk bersatu menghadapi tantangan serta dampak yang mungkin timbul akibat konflik global.

