Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar) Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta mengingatkan potensi dampak ketegangan geopolitik global terhadap stabilitas daerah. Peringatan tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Sulbar yang digelar di Aula Marannu, Rabu, 18 Februari 2026.
Adi Deriyan menilai konflik berskala global, seperti perang Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, tidak dapat dipandang semata sebagai isu internasional. Menurutnya, dinamika tersebut berpotensi menjadi ancaman nyata bagi kondisi ekonomi di dalam negeri.
Ia menyebut, dampak konflik global dapat menjalar ke Indonesia dalam bentuk krisis ekonomi dan logistik. Situasi itu dinilai berisiko memicu kenaikan harga bahan pokok, penurunan daya beli masyarakat atau deflasi, hingga meningkatnya angka pengangguran.
Kapolda juga menekankan bahwa guncangan ekonomi dapat berimbas pada aspek sosial, termasuk munculnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi negara dan aparat penegak hukum. Karena itu, Polda Sulbar menetapkan lima prioritas utama, di antaranya pemetaan wilayah hukum secara detail serta penguatan dukungan dari kekuatan pengamanan swakarsa (Pam Swakarsa).

