BERITA TERKINI
Kapal Rusak di Perairan Tokong Hiu, Dua Nelayan Karimun Terseret Arus hingga Kukup Malaysia dan Dievakuasi

Kapal Rusak di Perairan Tokong Hiu, Dua Nelayan Karimun Terseret Arus hingga Kukup Malaysia dan Dievakuasi

Dua nelayan asal Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Supianto dan Zulkifli, mengalami insiden saat melaut setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin dan hanyut terbawa arus hingga memasuki perairan Malaysia.

Keduanya berangkat melaut pada Sabtu malam (11/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Namun beberapa jam kemudian, kapal mengalami kerusakan mesin saat berada di perairan Tokong Hiu sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu dini hari.

Situasi semakin sulit ketika cuaca buruk disertai hujan deras melanda. Kapal yang tidak lagi dapat dikendalikan kemudian hanyut keluar dari perairan Indonesia. Tanpa disadari, kapal tersebut terseret lebih dari 20 mil laut hingga memasuki wilayah Kukup, Malaysia.

Perjalanan tak terduga itu baru berhenti setelah kapal mereka terhenti di dekat sebuah kapal besar yang tengah berlabuh di perairan setempat.

Laporan kejadian diterima tim SAR gabungan dari Ketua Nelayan KUB Selayang Laut. Tim kemudian melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Polair Karimun serta otoritas Malaysia melalui MRCC Johor.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan bahwa setelah koordinasi dilakukan, tim penyelamat bergerak menuju lokasi menggunakan speedboat milik Polair. “Berkat koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pihak Malaysia, tim berhasil menjangkau posisi korban yang berada di perairan Kukup,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Evakuasi dilakukan di wilayah perairan Malaysia. Selain mengevakuasi kedua nelayan, tim juga menarik kapal mereka yang mengalami kerusakan mesin.

Setelah proses evakuasi selesai, Supianto dan Zulkifli dibawa kembali ke Indonesia. Tim penyelamat tiba di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun pada Minggu malam sekitar pukul 20.15 WIB. Keduanya kemudian diserahkan kepada keluarga dalam kondisi selamat dan stabil.

Dengan selesainya evakuasi, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.