Sebuah makalah ilmiah yang ditulis bersama akademisi Universitas Kelautan China menunjukkan bahwa kapal riset Dong Fang Hong 3 telah melakukan pemetaan laut dalam secara ekstensif. Aktivitas ini menambah sorotan terhadap peran kapal tersebut dalam pengumpulan data bawah laut.
Sejumlah pakar peperangan laut dan pejabat Angkatan Laut Amerika Serikat menilai, jenis data laut dalam yang dikumpulkan Dong Fang Hong 3—melalui pemetaan serta penempatan sensor di laut—dapat memberi China gambaran kondisi bawah laut. Informasi itu dinilai penting untuk mendukung pengerahan kapal selam secara lebih efektif sekaligus memburu kapal selam lawan.
Menurut penelusuran, Dong Fang Hong 3 tidak beroperasi sendirian. Kapal tersebut disebut menjadi bagian dari operasi pemetaan dan pemantauan laut yang lebih luas, yang melibatkan puluhan kapal penelitian dan ratusan sensor.
Dalam menelusuri upaya ini, Reuters memeriksa catatan pemerintah dan universitas di China, termasuk artikel jurnal serta studi ilmiah. Reuters juga menganalisis lebih dari lima tahun pergerakan 42 kapal penelitian yang aktif di Samudra Pasifik, Hindia, atau Arktik, menggunakan platform pelacakan kapal buatan perusahaan Selandia Baru, Starboard Maritime Intelligence.
Meski riset-riset tersebut disebut memiliki tujuan sipil—sejumlah survei mencakup area penangkapan ikan atau wilayah tempat China memiliki kontrak eksplorasi mineral—sembilan pakar peperangan Angkatan Laut yang meninjau temuan Reuters menilai kegiatan itu juga memiliki tujuan militer.

