BERITA TERKINI
Kajian Unsur Intrinsik Teater Koma “Wabah” yang Dipentaskan di Sanggar Seri Panakawan

Kajian Unsur Intrinsik Teater Koma “Wabah” yang Dipentaskan di Sanggar Seri Panakawan

Sebuah penelitian dari Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang mengulas pertunjukan Teater Koma berjudul “Wabah” karya Budi Ros yang dipentaskan di Sanggar Seri Panakawan. Kajian ini menempatkan pertunjukan teater sebagai bentuk seni yang merepresentasikan kehidupan sehari-hari, sekaligus karya sastra yang menyampaikan cerita melalui dialog para tokohnya.

Dalam penjelasannya, penelitian tersebut membedakan istilah teater dan drama yang kerap dianggap sama. Teater dipahami sebagai peristiwa tontonan di panggung, sedangkan drama merujuk pada dialog dalam bentuk puisi atau prosa dengan keterangan laku. Teks tertulis yang menjadi rancangan laku disebut lakon atau naskah. Teater juga dipaparkan sebagai seni tampil verbal yang melibatkan aktor di panggung dengan dukungan latar, properti, serta unsur pendukung seperti dekor, musik, nyanyian, tarian, dan rias.

Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif atau struktural, yakni memandang karya sastra sebagai struktur yang otonom. Dengan cara itu, analisis difokuskan pada hubungan bagian-bagian karya dalam membangun keseluruhan cerita, serta bagaimana keseluruhan dapat dipahami melalui unsur-unsur pembentuknya.

Dari sisi metode, penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Data yang dikaji berupa tuturan verbal para aktor dalam pementasan “Wabah”. Penulis menyebut pertunjukan yang dianalisis merupakan tayangan berdurasi 25 menit 26 detik yang diunggah di akun YouTube Teater Koma pada 8 November 2020. Meski ditonton secara daring, panggung yang digunakan diidentifikasi sebagai panggung prosenium, yakni penonton hanya melihat dari arah depan, sementara sisi kiri, kanan, dan belakang menjadi jalur keluar-masuk pemain.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik dalam pertunjukan tersebut. Hasil kajian menyatakan terdapat delapan unsur intrinsik dalam “Wabah”. Dalam pemaparan hasil, beberapa unsur dijelaskan secara rinci, di antaranya judul, tema, dan alur.

Pada unsur judul, “Wabah” dipahami sebagai kunci untuk membaca keseluruhan cerita. Dari judulnya, pertunjukan ini ditafsirkan mengarah pada peristiwa penularan penyakit yang menyebar cepat dan menyerang masyarakat secara luas.

Untuk unsur tema, pengarang disebut mengangkat isu kesehatan dan sosial yang relevan dengan situasi saat ini, yakni wabah virus Covid-19.

Sementara pada unsur alur, penelitian menyebut pengarang menggunakan alur maju. Tahap permulaan digambarkan melalui tokoh Petruk—anak Romo Semar—yang berkeinginan memanfaatkan situasi wabah Covid-19 untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dari bisnis yang akan mereka mulai. Cerita kemudian bergerak hingga semua anak Romo Semar mengikuti perintah Romo Semar untuk pergi ke ladang.

Selain memetakan unsur intrinsik, penelitian ini juga mencatat bahwa pertunjukan tersebut dinilai menyampaikan pesan tersirat yang mendorong penonton untuk berpikir dan merenung. Penonton diajak agar tidak terbawa atau meniru perilaku dalam pertunjukan, serta tetap berada dalam kaidah agama Islam dan norma sosial.