Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong penguatan peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta kolaborasi dengan pemerintah sebagai strategi utama menghadapi tekanan ekonomi global dan dinamika pembangunan daerah.
Ketua Kadin Kaltim Putri Amanda Nurramadhani menegaskan Kadin perlu mengambil peran lebih aktif, tidak hanya sebagai wadah pengusaha, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Hal itu ia sampaikan dalam Musyawarah Kota (Muskot) Kadin Samarinda di Hotel Ibis Samarinda, Sabtu, 2 Mei 2026.
“Kadin memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kita bukan hanya wadah, tetapi harus menjadi peluang bagi pengusaha dan solusi bagi perkembangan ekonomi lokal,” ujar Putri.
Menurutnya, penguatan UMKM menjadi kunci untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing, terutama di tengah perubahan struktur ekonomi dan tantangan global. Ia menyatakan Kadin ingin mendorong UMKM agar naik kelas melalui pembinaan, fasilitasi, dan penguatan jejaring.
“Kita ingin UMKM naik kelas. Kadin harus hadir melalui pembinaan, fasilitasi, dan penguatan jejaring agar pelaku usaha bisa berkembang dan lebih kompetitif,” katanya.
Putri juga menyoroti posisi Kaltim sebagai kawasan strategis nasional yang dinilai membuka peluang besar bagi dunia usaha. Namun, peluang tersebut perlu diiringi sinergi lintas sektor.
“Dengan posisi Kaltim yang semakin strategis, peluang usaha terbuka lebar. Tapi itu harus diiringi dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi internal Kadin agar lebih adaptif terhadap perubahan, termasuk dalam menghadapi digitalisasi dan tantangan ketenagakerjaan. Putri menegaskan Kadin harus memberi kontribusi yang nyata bagi anggota dan masyarakat.
“Kadin tidak boleh hanya menjadi simbol. Harus ada kontribusi nyata yang dirasakan anggota dan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Samarinda Muhammad Ridwan menilai pelibatan dunia usaha dalam setiap kebijakan ekonomi daerah penting agar kebijakan lebih tepat sasaran. Ia menyebut Kadin sebagai rumah besar bagi pengusaha yang seharusnya dilibatkan dalam perumusan kebijakan terkait ekonomi.
“Kadin ini adalah rumah besar bagi pengusaha. Maka setiap kebijakan yang berkaitan dengan ekonomi seharusnya melibatkan Kadin agar tercipta sinergi yang kuat,” ujarnya.
Ridwan juga menilai Samarinda memiliki kekuatan sebagai kota jasa dan perdagangan dengan aktivitas ekonomi yang tetap bergerak meski di tengah tekanan global.
“Perputaran ekonomi di Samarinda cukup tinggi. Aktivitas perdagangan dan jasa tetap berjalan. Bahkan di tengah kondisi global, Samarinda masih mampu bertahan,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan adanya tantangan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari perlambatan ekonomi hingga tekanan biaya operasional. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat agar kebijakan tidak memberatkan pelaku usaha di lapangan.
“Kondisi ini membutuhkan kolaborasi ekstra. Jangan sampai pelaku usaha di bawah mengalami kesulitan sementara kebijakan tidak berpihak,” tegasnya.
Ridwan menambahkan, Kadin siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam merumuskan solusi ekonomi, termasuk membuka ruang dialog yang lebih luas dengan pelaku usaha.
“Kami tidak ingin hanya menjadi mitra pasif. Kadin harus hadir memberi masukan konstruktif dan menjadi bagian dari solusi,” tandasnya.