Rangkuman Kabar Dunia Sepekan dari kanal Global periode Selasa (22/9/2020) hingga Senin (28/9/2020) dipimpin oleh kabar penemuan uang senilai sekitar Rp 268 miliar yang disebut tersembunyi di dinding sebuah apartemen terkait keluarga Pablo Escobar. Selain itu, perhatian juga tertuju pada pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal penyerahan kekuasaan, dinamika politik Malaysia, hingga sejumlah peristiwa kriminal dan kemanusiaan di berbagai negara.
Berita teratas datang dari pengakuan Nicolás Escobar, keponakan gembong narkoba Pablo Escobar. Ia mengatakan menemukan kantong plastik berisi uang senilai 18 juta dollar AS, atau sekitar Rp 268 miliar, yang disebut tersembunyi di dinding salah satu rumah pamannya. Nicolás Escobar juga menyatakan ini bukan kali pertama ia menemukan uang di lokasi-lokasi yang dahulu digunakan pamannya untuk menghindari penangkapan, karena Escobar dilaporkan menyembunyikan uang di berbagai properti.
Dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump diberitakan menolak memberi jaminan bahwa ia akan meletakkan jabatan secara damai apabila kalah dalam pemilihan presiden pada November. Pernyataan tersebut memicu kritik dari oposisi Partai Demokrat dan juga dari sebagian kalangan di Partai Republik. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump ditanya apakah ia akan berkomitmen pada prinsip penyerahan kekuasaan secara damai.
Di Malaysia, drama politik memasuki babak baru setelah muncul rumor pada Rabu (23/9/2020) bahwa pemimpin oposisi Anwar Ibrahim telah memiliki mayoritas untuk menjadi perdana menteri baru. Laporan menyebutkan Anwar diklaim berhasil mengumpulkan jumlah anggota parlemen yang cukup. Untuk membentuk pemerintahan, diperlukan minimal 112 kursi, sementara koalisi berkuasa Perikatan Nasional yang dipimpin Perdana Menteri Muhyiddin Yassin disebut memiliki mayoritas tipis 113 kursi.
Peristiwa kriminal turut mewarnai rangkuman pekan ini. Seorang pengusaha bernama Tan Nam Seng disebut membunuh menantunya, Spencer Tuppani, di sebuah kedai kopi. Tan Nam Seng dilaporkan marah karena menilai Tuppani mengkhianati putrinya, Shyller Tan, setelah diketahui memiliki dua anak dari perempuan selingkuhannya. Disebutkan, Tan Nam Seng mendapati Tuppani singgah di kedai kopi sebelum kemudian melakukan pembunuhan.
Dari Thailand, gerakan pro-demokrasi yang dipimpin mahasiswa dilaporkan berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah aktivis secara terbuka menyerukan reformasi monarki di negara tersebut. Laporan pekan ini menyoroti latar belakang demonstrasi serta prediksi arah gerakan ke depan.
Dari India, sebuah video viral memperlihatkan pesan perpisahan seorang pria bernama Khalid Khan (42) kepada istrinya saat ia terjebak selama 10 jam di reruntuhan bangunan yang ambruk di Bhiwandi, Mumbai. Dalam video tersebut, Khan tampak menangis dan menyampaikan kata-kata terakhirnya jika ia tidak selamat dari insiden tersebut.
Sementara itu, dari Inggris, seorang pasien Covid-19 bernama Chris Grailey (29) menceritakan pengalamannya setelah sebelumnya meremehkan virus corona dan menyebutnya sebagai “omong kosong”. Grailey, yang berprofesi sebagai manajer penjualan di sebuah perusahaan di Ancoats, Greater Manchester, dilaporkan dirawat di ruang perawatan intensif dan bernapas dengan bantuan ventilator. Ia disebut tidak memiliki penyakit bawaan, namun mengaku tidak yakin dapat pulih dari Covid-19.

