Sejumlah peristiwa internasional mewarnai pemberitaan dalam sepekan, dari Minggu (20/5/2018) hingga Sabtu (26/5/2018). Isu yang mencuat beragam, mulai dari pernikahan keluarga Kerajaan Inggris yang disebut mendobrak tradisi, persoalan utang Malaysia, hingga dinamika militer di sekitar Taiwan.
Salah satu sorotan datang dari pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle yang berlangsung pada Sabtu (19/5/2018). Upacara tersebut disaksikan jutaan orang, namun disebut tidak menjalankan beberapa tradisi pernikahan kerajaan. Salah satu yang disorot adalah momen ketika mempelai perempuan berjalan menuju altar, yang biasanya didampingi ayahnya.
Dari Asia Tenggara, Malaysia menghadapi persoalan besar terkait utang negara. Menurut salah satu sumber dari staf kantor perdana menteri Malaysia, utang negara itu disebut telah mencapai 1 triliun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliun. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi perdana menteri baru, Mahathir Mohamad.
Di Selandia Baru, sebuah mobil Honda CRV dilaporkan berada di area parkir sebuah rumah sakit selama lebih dari satu tahun. Mobil berwarna hijau itu disebut tampak berubah menjadi keabu-abuan karena tertutup debu. Dengan tarif parkir 7,50 dolar per hari, biaya parkirnya disebut telah mencapai 2.737 dolar Selandia Baru atau sekitar Rp 27 juta.
Sementara itu, kelompok ilmuwan Amerika Serikat mengumumkan penemuan kapal layar Spanyol bernama San Jose yang tenggelam lebih dari 300 tahun lalu di Laut Karibia. Kapal tersebut dikabarkan membawa harta bernilai lebih dari 12,6 miliar poundsterling atau lebih dari Rp 240 triliun, dengan muatan berupa emas, perak, dan permata. Kapal itu disebut sebenarnya sudah ditemukan tiga tahun sebelumnya, namun ketika itu informasi yang dibuka ke publik masih terbatas.
Dari Timur Tengah, sebuah pernikahan di Dubai, Uni Emirat Arab, diberitakan berakhir sangat cepat. Seorang pria Dubai disebut menceraikan istri yang baru dinikahinya setelah 15 menit. Peristiwa itu dilaporkan terjadi karena sang pria merasa tersinggung oleh perlakuan ayah mertuanya, terkait kesalahpahaman mengenai uang mas kawin yang dijanjikan sebesar 100.000 dirham atau sekitar Rp 386 juta.
Di kawasan Asia Timur, militer Taiwan dilaporkan mengerahkan jet tempur untuk mengekor pesawat pembom China yang terbang di sekitar wilayah mereka. Pembom H-6 milik China disebut melintasi Terusan Bashi dan mengitari Pulau Taiwan melalui Selat Miyako di Jepang. Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan aktivitas pesawat Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) tersebut.

