Joe Biden resmi dilantik sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat (AS) setelah melalui rangkaian dinamika politik yang memanas sejak pemilihan presiden hingga kerusuhan di Gedung Capitol. Pelantikan yang berlangsung pada Rabu (20/1/2021) waktu setempat itu berjalan aman dan tertib, berbanding terbalik dengan proses sertifikasi kemenangan Biden di Kongres dua pekan sebelumnya.
Seremoni pelantikan juga berada dalam bayang-bayang perpisahan Donald Trump. Presiden ke-45 AS itu menyampaikan pidato perpisahan pada Selasa (19/1/2021) malam dari Gedung Putih, dengan nada yang digambarkan tenang, namun tetap menantang.
Di sisi lain, perhatian publik di Filipina tertuju pada kasus kematian pramugari Christine Angelica Dacera (23). Christine ditemukan tak bernyawa di bak mandi kamar Garden City Grand Hotel, Makati, pada Tahun Baru 2021. Kasus ini sempat diwarnai klaim bahwa ia tewas setelah diperkosa oleh 11 pria, namun hasil otopsi resmi kemudian menyebut penyebab kematiannya adalah aneurisma aorta atau penggelembungan pada pembuluh darah aorta. Ibu Christine, Sharon Dacera, menyatakan tidak menerima hasil tersebut dan tetap meyakini putrinya menjadi korban pemerkosaan.
Rangkaian kabar dunia sepekan periode Senin (18/1/2021) hingga Minggu (24/1/2021) juga mencakup sejumlah isu lain. Di AS, Donald Trump disebut berencana membalas 10 anggota DPR dari Partai Republik yang memakzulkannya. Laporan yang dikutip menyebut Trump memanggil para ajudan dan menanyakan latar belakang para anggota DPR tersebut, termasuk apakah ia pernah melakukan sesuatu terhadap mereka.
Masih di AS, Ketua DPR Nancy Pelosi menyampaikan pesan terakhir kepada Trump dengan menyebutnya sebagai “noda” bagi negara. Pelosi menyatakan keyakinannya bahwa negaranya lebih besar dari situasi yang terjadi saat itu.
Dalam perkembangan lain, pemerintahan Biden memecat sejumlah pejabat tinggi di lembaga penyiaran Voice of America (VOA) dan badan yang mengawasi seluruh penyiaran internasional yang didanai AS. Direktur VOA Robert Reilly dan wakilnya, Elizabeth Robbins, dicopot dari jabatan. Reilly sebelumnya mendapat kritik keras karena menarik penempatan koresponden VOA asal Indonesia, Patsy Widakuswara, dari Gedung Putih.
Dari Kolombia, para ilmuwan meminta pemerintah setempat membunuh kuda nil yang dulu dipelihara bandar narkoba Pablo Escobar. Hewan yang berada di lembah Sungai Magdalena itu dinilai berpotensi mengacaukan habitat alami negara tersebut.

