Pemberitaan dunia dalam sepekan terakhir masih didominasi perkembangan konflik di Timur Tengah dan dampaknya ke berbagai negara. Sejumlah peristiwa menonjol mencakup isu keamanan pelayaran di Selat Hormuz, gelombang demonstrasi di Amerika Serikat, hingga laporan peretasan yang dikaitkan dengan kelompok hacker Iran.
Salah satu kabar yang mencuri perhatian adalah keberhasilan sebuah kapal tanker minyak Thailand melintasi Selat Hormuz dengan aman. Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyatakan, tanker milik Bangchak Corporation dapat melewati jalur strategis tersebut pada Senin (23/3/2026) setelah Bangkok dan Iran melakukan koordinasi diplomatik. Sihasak menyebut pembicaraan dilakukan dengan Duta Besar Iran untuk Thailand, Nasereddin Heydari. Ia mengatakan telah meminta bantuan agar kapal-kapal Thailand yang perlu melintasi selat itu dapat memperoleh dukungan demi memastikan pelayaran aman.
Dari Amerika Serikat, aksi protes bertajuk “No Kings” dilaporkan meluas pada Sabtu (28/3/2026). Sejumlah besar demonstran turun ke jalan di berbagai wilayah untuk menentang Presiden Donald Trump. Laporan menyebut sedikitnya 8 juta orang berkumpul di 50 negara bagian, memprotes gaya kepemimpinan yang dinilai otoriter serta kebijakan militer yang dianggap menyeret AS ke perang dengan Iran. Penyelenggara menyatakan aksi tersebar di lebih dari 3.300 titik, dari kota besar hingga kota kecil.
Sementara itu, dari kawasan Karibia, seorang diplomat senior Kuba menyampaikan bahwa negaranya sedang bersiap menghadapi kemungkinan serangan Amerika Serikat. Namun, ia menegaskan Kuba tidak memiliki perselisihan dengan Washington. Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Carlos Fernandez de Cossio mengatakan kepada NBC, dikutip dari AFP, bahwa militer Kuba “selalu siap” dan saat ini sedang mempersiapkan diri untuk kemungkinan agresi militer.
Di Asia, krisis energi yang dipicu konflik bersenjata di Timur Tengah dilaporkan mendorong sejumlah negara meningkatkan kembali penggunaan batu bara. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas pasokan listrik domestik di tengah lonjakan harga minyak dan gas dunia. Meski diperkirakan dapat meningkatkan emisi karbon dalam jangka pendek, situasi tersebut disebut menjadi peringatan bagi pembuat kebijakan terkait risiko ketergantungan pada impor energi.
Di ranah digital, unggahan video misterius pada akun Instagram terverifikasi Gedung Putih pada Rabu (25/3/2026) memicu spekulasi warganet karena konteksnya tidak jelas. Dalam video singkat yang diunggah setelah pukul 21.00 ET, terdengar suara seorang perempuan mengatakan, “Akan segera diluncurkan, kan?” yang kemudian dijawab singkat oleh suara lain, “Ya.”
Masih terkait isu siber, sebuah kelompok hacker yang diduga memiliki keterkaitan dengan pemerintah Iran dilaporkan membobol akun email pribadi Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI) Kash Patel. Kelompok yang menamakan diri Handala Hack Team mengumumkan peretasan tersebut melalui situs resmi mereka pada Jumat (27/3/2026) dan menyebut Patel masuk dalam daftar korban peretasan mereka, sebagaimana dilaporkan Reuters.

