Sejumlah peristiwa internasional menonjol terjadi dalam sepekan terakhir, terutama yang berkaitan dengan perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sejumlah laporan tentang dinamika politik di Teheran hingga eskalasi militer di kawasan turut menjadi perhatian pembaca.
Salah satu isu yang paling banyak disorot adalah laporan yang menyebut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menjadi aktor utama di balik terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Selain itu, perhatian juga tertuju pada pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai serangan udara besar-besaran terhadap sasaran militer di Pulau Kharg, Iran.
Berikut rangkuman kabar dunia dalam sepekan terakhir:
1. IRGC disebut “dalang” terpilihnya Mojtaba Khamenei
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan menjadi aktor utama di balik terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Laporan Reuters pada Rabu (11/3/2026) menyebut langkah tersebut dinilai sebagai upaya IRGC menempatkan sosok yang lebih “penurut” untuk mendukung kebijakan garis keras mereka. Berdasarkan keterangan sumber senior Iran kepada Reuters, pengaruh IRGC disebut semakin menguat sejak perang pecah.
2. AS umumkan serangan udara di Pulau Kharg
Presiden AS Donald Trump mengumumkan militer AS melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sasaran militer di Pulau Kharg, Iran, pada Jumat (13/3/2026). Menurut Trump, serangan difokuskan pada obyek militer, sebagaimana dilaporkan AFP. Ia juga memperingatkan bahwa AS tidak akan ragu menghancurkan seluruh infrastruktur minyak di pulau tersebut jika Iran mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.
3. Sorotan jejak intervensi AS di Timur Tengah
Laporan lain menyoroti bahwa Amerika Serikat kembali berperang di Timur Tengah dan Afrika, kawasan yang selama puluhan tahun mengalami intervensi militer Washington dengan hasil yang kerap dipertanyakan. Disebutkan pula bahwa serangan yang dilancarkan pada 28 Februari terhadap Iran menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khamenei. Ia disebut sebagai salah satu target Presiden Donald Trump, dengan dalih mengakhiri program nuklir Iran sekaligus mendorong perubahan rezim di Republik Islam tersebut.
4. IRGC nyatakan akan memblokir ekspor minyak ke sekutu AS dan Israel
IRGC pada Selasa (10/3/2026) menyatakan akan memblokir ekspor minyak Timur Tengah ke negara-negara yang bersekutu dengan AS dan Israel. Blokade tersebut disebut akan berlangsung selama perang Iran belum berakhir. Pernyataan ini disampaikan juru bicara IRGC Ali Mohammad Naini, sebagaimana dilaporkan kantor berita Tasnim.
5. FBI peringatkan dugaan rencana serangan drone ke Pantai Barat AS
Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengeluarkan peringatan kepada departemen kepolisian di California mengenai rencana Iran untuk meluncurkan serangan drone ke wilayah Pantai Barat. Ancaman ini diduga sebagai bentuk balas dendam atas serangan AS terhadap Iran, menurut laporan ABC News pada Kamis (12/3/2026). Berdasarkan dokumen peringatan yang didistribusikan pada akhir Februari 2026, FBI menyebut informasi tersebut telah diperoleh sejak awal Februari.
6. Tarik ulur pernyataan Trump dan gejolak internal Gedung Putih
Sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, Presiden Donald Trump kerap melontarkan pernyataan yang berubah-ubah mengenai akhir perang. Ia sempat mengatakan perang akan berlangsung selama beberapa pekan, namun kemudian mengeklaim konflik bisa berakhir dalam waktu dekat. Di balik perubahan pernyataan tersebut, muncul laporan yang menyebut adanya gejolak di internal Gedung Putih.

